Jakarta (ANTARA) - Data Halodoc mencatat keluhan kesehatan mental pada minggu ketiga Ramadhan melonjak lebih dari 27 persen dibandingkan periode sebelum puasa.
Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan tren keluhan kesehatan bergerak dinamis sepanjang Ramadhan. Pada awal puasa, masyarakat banyak mengeluhkan gangguan fisik, namun memasuki minggu ketiga, keluhan mental justru mendominasi.
“Keluhan yang semakin meningkat dari minggu ke minggu adalah terkait kesehatan mental. Puncaknya terjadi di minggu ketiga, meningkat lebih dari 27 persen dibandingkan sebelum Ramadhan,” ujar Fibriyani dalam Halodoc Talks bertajuk Transitioning Safely: Managing Ramadan Health Risks During Eid Festivities di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Kemenkes kebut pemerataan psikolog puskesmas guna kesehatan jiwa anak
Baca juga: Menkes: Cakupan CKG diperluas dukung kesehatan mental anak
Ia menjelaskan, keluhan yang muncul antara lain gangguan tidur, rasa cemas berlebihan, jantung berdebar, hingga sesak napas. Kondisi tersebut dipicu berbagai faktor, terutama tekanan keluarga menjelang Lebaran.
Berdasarkan data Halodoc, sebanyak 58 persen pemicu kecemasan berasal dari konflik atau tekanan dalam keluarga. Tekanan tersebut antara lain ekspektasi soal pernikahan, anak, kondisi ekonomi, hingga dinamika hubungan antaranggota keluarga.
Selain itu, perubahan pola tidur, kelelahan yang terakumulasi selama tiga minggu puasa, serta tekanan sosial juga berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan.
Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Penyakit Dalam mitra Halodoc dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD- KEMD, FINASIM mengatakan stres memiliki kaitan erat dengan kondisi fisik, terutama pencernaan.
Baca juga: Menkes ingatkan isu kesehatan mental anak perlu diselesaikan dalam keluarga
“Hormon kortisol akan meningkat saat seseorang stres. Ini bisa memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan gangguan pencernaan,” kata dokter lulusan Fakultas Universitas Gadjah Mada tersebut.
Dalam membantu masyarakat mengenali dan menangani keluhan sejak dini, Halodoc menghadirkan asisten digital berbasis kecerdasan buatan bernama Hilda atau Halodoc Intelligence Digital Assistant.
Fitur ini membantu pengguna menavigasi keluhan awal dan menentukan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan konsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Fibriyani menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan mental menjelang Lebaran. Ia mengimbau masyarakat mengenali tanda-tanda kecemasan dan segera mencari bantuan bila keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pewarta: Farika Nur KhotimahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.