Jakarta (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang diikuti oleh 656 mahasiswa baru dari 8 program studi D3 dan S1, dengan mengenalkan Smart Water System pada Selasa (16/9).
Acara tahunan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Universitas Pancasila.
PKKMB tahun ini terasa istimewa karena ditandai dengan peresmian penggunaan Smart Water System (SWS), sebuah sistem penyediaan air minum isi ulang yang ramah lingkungan.
Kehadiran SWS merupakan salah satu wujud nyata komitmen FTUP dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Goal #6 (Clean Water and Sanitation) dan Goal #12 (Responsible Consumption and Production).
Baca juga: MPCI dan UP edukasi santri Ponpes Darul Hawariyyin menjadi ecoPreuneur ekonomi kreatif
Baca juga: Universitas Pancasila dan City University Malaysia perkuat kolaborasi internasional
Melalui sistem ini, civitas akademika FTUP dapat dengan mudah mengakses air minum sehat tanpa harus menggunakan botol plastik sekali pakai, sehingga dapat menekan timbulan sampah plastik di lingkungan kampus.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Dekan FTUP, Prof. Dwi Rahmalina, didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Mahasiswa dan Alumni, ibu Dr. Dini Rosmalia, serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Dr. Agri Suwandi yang juga menjadi penggagas utama penerapan SWS di FTUP.
Momen peresmian juga melibatkan perwakilan mahasiswa baru yang didampingi oleh Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FTUP-KMUP, menandakan keterlibatan aktif mahasiswa dalam gerakan menuju kampus berkelanjutan.
Prof. Dwi Rahmalina menyampaikan bahwa hadirnya SWS menjadi awal dari perubahan budaya konsumsi air minum di kampus.
“Smart Water System diharapkan bukan hanya fasilitas, tetapi juga simbol perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan. Dengan inisiatif ini, Fakultas Teknik ingin menjadi pelopor di Universitas Pancasila sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target SDGs serta mendukung program pemerintah dalam pengurangan sampah plastik sekali pakai,” tegasnya.
Baca juga: Daswanto raih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Pancasila
Sementara itu, Dr. Agri Suwandi, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya sekaligus penggagas utama penerapan SWS di FTUP, menambahkan, “Ide menghadirkan Smart Water System berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan pendidikan.
Dengan teknologi ini, kami ingin mengubah kebiasaan mahasiswa sejak dini untuk lebih peduli lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi sederhana bisa membawa dampak besar bagi keberlanjutan kampus.
Inisiatif ini juga selaras dengan capaian Universitas Pancasila dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings. Pada pemeringkatan tahun 2024, Universitas Pancasila berhasil meraih peringkat 28 tingkat nasional dan 198 tingkat internasional dari 1.477 perguruan tinggi di 95 negara.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen UP terhadap keberlanjutan, dan langkah FTUP melalui SWS diharapkan dapat semakin memperkuat posisi tersebut di masa mendatang.
Pengembangan dan penerapan SWS ini merupakan hasil kerjasama antara FTUP dan PT. Yipu Teknologi Alami. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi bentuk-bentuk inovasi berkelanjutan lain di masa depan yang selaras dengan visi kampus hijau Universitas Pancasila.
Dengan semangat PKKMB 2025, FTUP ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada mahasiswa baru. Kehadiran Smart Water System bukan hanya sekadar fasilitas, melainkan sebuah gerakan perubahan untuk mencetak generasi muda yang inovatif, peduli lingkungan, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
