Jakarta (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Teknik Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan bertema “Aplikasi Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) pada Budidaya Ikan Nila di Kolam Terbatas untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Pesantren” di Pesantren Guru Qur’an Bintang Al Qur’an, Jalan Pool Bina Marga No. 27, Kayu Manis, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan yang diketuai oleh Agung Saputra, ini melibatkan tim dosen—Dr. Dino Rimantho, Dr. Ainil Syafitri, dan Gunady Haryanto serta mahasiswa dari beberapa program studi.
Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan pesantren terkait keterbatasan lahan budidaya, ketidakstabilan kualitas air, dan minimnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kolam ikan nila.
Baca juga: Fakultas Teknik Universitas Pancasila resmikan Smart Water System
Pelaksanaan PkM dibagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi pertama, tim memberikan pemaparan mengenai konsep dan implementasi Recirculating Aquaculture System (RAS), sebuah teknologi budidaya ikan yang menghemat air hingga 90 pesantren dan memungkinkan operasional di lahan terbatas.
Santri diperkenalkan pada berbagai parameter kualitas air, seperti pH, suhu, TDS, Ammonia, dan salinitas, serta pentingnya menjaga stabilitas kualitas air untuk meningkatkan survival rate ikan nila.
Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik langsung pemeliharaan ikan nila di kolam RAS, termasuk penggunaan alat ukur kualitas air dan strip tes ammonia. Tim juga memperkenalkan aplikasi monitoring berbasis Android yang memungkinkan santri mencatat dan mengirim data kualitas air serta perkembangan ikan secara berkala.
Baca juga: PkM FTUP berikan pelatihan pembuatan extrak buah belimbing
Ketua tim, Agung Saputra, di Jakarta, Senin menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan pesantren.
“Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi institusi yang mandiri secara pangan. Melalui teknologi RAS, santri dapat memelihara ikan dengan efisien meskipun lahan terbatas. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian dan penerapan teknologi pada sektor perikanan,” ujarnya.
Pengasuh Pesantren Bintang Al Qur’an mengapresiasi kegiatan ini. “Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi santri. Sistem RAS ini sangat bermanfaat dan insyaAllah akan kami kembangkan sebagai bagian dari pembelajaran dan pemenuhan gizi pesantren,” katanya.
Melalui kegiatan ini, santri telah mampu: Mengoperasikan perangkat RAS dan memelihara ikan nila sesuai standar teknis,Melakukan pengukuran kualitas air secara mandiri, Menggunakan aplikasi digital untuk pelaporan harian, Memahami pentingnya kualitas air terhadap keberhasilan budidaya, dan Mengelola monitoring ikan secara lebih terstruktur dan terdokumentasi.
Baca juga: FTUP gelar pengmas program pengurangan stunting di Desa Sukagalih
Sistem RAS yang dipasang telah berfungsi optimal dan akan menjadi unit percontohan budidaya ikan nila berbasis teknologi di pesantren.
Tim PkM Universitas Pancasila juga berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan serta membuka peluang replikasi program di pesantren lain di wilayah Bogor.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Pancasila dalam mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pemberdayaan masyarakat.
Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pesantren untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan ilmiah dan berbasis data.
