Jakarta (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) mengembangkan alat penyemprot dan pengasapan pestisida portabel bantu petani meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat penggunaan pestisida.
Ketua Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat I Gede Eka Lesmana di Jakarta, Selasa mengatakan fokus utama kegiatan adalah penerapan teknologi pertanian tepat guna serta edukasi penggunaan pestisida yang aman bagi petani dan lingkungan.
“Petani membutuhkan teknologi yang praktis, aman, dan terjangkau. Alat portabel ini kami rancang dengan memiliki dua fungsi yaitu fungsi penyemprotan dan fungsi pengasapan, proses pemberian pestisida lebih cepat, jangkauan lebih luas, dan mengurangi paparan pestisida kepada petani,” katanya.
Selama ini, petani masih banyak menggunakan alat semprot manual dengan kapasitas terbatas dan hanya memiliki satu fungsi.
Baca juga: FTUP latih masyarakat peduli Ciliwung kembangkan Aquaponik vertikal untuk Urban Farming
Alat manual menyebabkan proses penyemprotan atau pengasapan menjadi lebih lama, melelahkan, serta berpotensi meningkatkan paparan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, penggunaan pestisida yang tidak sesuai dosis juga dapat meninggalkan residu pada produk pertanian.
Program ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa Teknik Mesin FTUP dalam menghadirkan solusi berupa alat semprot portabel berbaterai dengan kapasitas tangki besar, mobilitas tinggi, serta kemampuan penyemprotan dalam dua mode, yaitu sprayer dan fogging (pengasapan).
Perancangan dan proses manufaktur alat dilakukan oleh Dhidik Mahandika dan Arif Riyadi Tatak. Teknologi ini dirancang agar lebih efisien, fleksibel, dan terjangkau bagi petani skala kecil. Hasil uji fungsional pada kebun jeruk dan kebun sayur menunjukkan alat dapat bekerja dengan baik, memiliki jangkauan semprot dan pengasapan hingga beberapa meter sesuai mode tekanan, serta mudah digunakan di lahan pertanian.
Baca juga: FTUP terapkan sistem RAS untuk tingkatkan ketahanan pangan pesantren bintang Al Qur'an
Selain pengembangan alat, kegiatan juga mencakup pelatihan penggunaan alat dan pestisida oleh Ir. Bambang Sulaksono dan Rovida Camalia Hartantrie, kepada mitra pembina kelompok tani.
Pelatihan mencangkup penggunaan alat dan pestisida yang aman, termasuk penggunaan alat pelindung diri, teknik penyemprotan dan pengasapan yang benar, serta pemeliharaan alat. Pendampingan dilakukan secara berkala agar petani mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani, mengurangi paparan bahan kimia berbahaya, serta mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Program ini juga sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong inovasi teknologi dan peningkatan kesejahteraan petani. Ke depan, tim berencana terus mengembangkan teknologi serupa serta memperluas manfaatnya ke lebih banyak kelompok tani di Indonesia.
Baca juga: PkM FTUP berikan pelatihan pembuatan extrak buah belimbing
Kegiatan ini mendapat dukungan dari hibah Internal FTUP di bawah Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP2M) tahun 2025-2026 mengembangkan alat penyemprotan dan pengasapan pestisida portabel.
Program ini dilaksanakan di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, bekerja sama dengan PT Masagi Energi Hijau sebagai mitra pembina kelompok tani pada hari Selasa.
Melalui program ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi menjadi dua kegiatan utama yaitu pelatihan alat dan edukasi penggunaan pestisida.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026