Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengimbau warga Kota Pagar Alam mengecek kesehatan setelah tanpa sepengetahuan mereka mengonsumsi daging kucing yang dijual di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa di Palembang, Rabu, mengatakan pihaknya telah menyurati Dinkes Pagar Alam untuk meminta warga yang mengonsumsi daging kucing memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
Jika masyarakat memiliki keluhan dan gejala buang air besar (BAB) cair eksplosif, nyeri perut, demam tinggi, kejang, muntah profuse untuk memeriksakan kesehatan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Imbauan dari Dinas Kesehatan setempat telah dikeluarkan sejak Senin (8/9), namun hingga saat ini belum ada masyarakat melapor dan memeriksakan kesehatan setelah mengonsumsi daging kucing.
"Dalam dua hari kemarin belum ada yang melapor atau memeriksakan diri ke faskes. Kita juga minta Dinkes Pagar Alam untuk 'jemput bola'," katanya.
Ia menjelaskan kemungkinan daging kucing yang dikonsumsi warga, dari kucing belum diberi vaksinasi lengkap sehingga ada kemungkinan membawa cacing atau parasit, seperti toksoplasma yang berbahaya bagi manusia.
Sebelumnya, seorang warga Kota Pagar Alam berinisial S (55) menyembelih lebih dari 100 ekor kucing yang kemudian dagingnya dijual kepada masyarakat tanpa sepengetahuan mereka, selama empat bulan terakhir.Kasus ini terungkap setelah video aksi pelaku menangkap kucing beredar luas di media sosial dan memicu keresahan warga.
