Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengejar target pemberian vaksin tetanus-difteri pada pelajar sekolah dasar (SD) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kedua tahun ini.
Subkordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes OKU Muhammad Yunius di Baturaja, Sabtu mengatakan sejak diluncurkan pada awal November 2025, pemberian vaksin tetanus-difteri di wilayah setempat sudah menyasar 16.764 siswa, dari target 21.092 anak.
"Hingga saat ini pemberian vaksin tetanus-difteri sudah sekitar 79 persen dari target sasaran dan ditargetkan rampung mencapai 100 persen sebelum akhir Desember 2025," katanya.
Dia mengatakan vaksin yang diberikan dalam BIAS kali ini, yaitu Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (Td) dengan sasaran siswa kelas I, II, dan V SD/MI di wilayah itu.
Baca juga: Ibu hamil disarankan suntik vaksin tetanus agar lindungi bayi saat lahir
Untuk mengejar pencapaian target tersebut, pihaknya menggencarkan upaya jemput bola ke sekolah-sekolah hingga pelosok desa di Kabupaten OKU agar seluruh pelajar mendapat vaksin secara lengkap.
Dinas Kesehatan OKU mengerahkan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas untuk mendatangi sekolah-sekolah guna pemberian imunisasi bagi seluruh siswa sesuai kebutuhan.
"Untuk stok vaksin dipastikan aman mencukupi kebutuhan pelajar sesuai target sasaran," katanya.
Dia menjelaskan fungsi imunisasi DT, yaitu mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis (batuk rejan) dan TD merupakan imunisasi lanjutan untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.
Baca juga: Relawan pencarian korban longsor diberi suntikan vaksin tetanus
Dia mengatakan tetanus merupakan penyakit yang menyerang saraf, menyebabkan kejang otot yang menyakitkan dan rahang terkunci yang penularan melalui luka atau sayatan terkontaminasi yang dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Difteri adalah penyakit yang menyerang hidung dan tenggorokan, kulit serta bagian tubuh lainnya.
Difteri dapat menyebabkan terbentuknya lapisan tebal di tenggorokan yang dapat menghalangi pernapasan yang penularan melalui percikan droplet penderita.
"Tetanus dan difteri bisa dicegah dengan imunisasi ini. Oleh sebab itu kami mengimbau kepada orang tua untuk dapat memberikan imunisasi kepada anak-anaknya agar ke depan derajat kesehatan mereka lebih meningkat," ujarnya.
