Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pendakwah sekaligus pemilik agensi perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri atau Uhud Tour Khalid Zeed Abdullah Basalamah memenuhi penjadwalan ulang sebagai saksi kasus kuota haji.
“Pemeriksaan saksi hari ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan sebelumnya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa.
Budi mengatakan Khalid Basalamah diperiksa KPK sebagai pemilik agensi perjalanan haji, dan keterangannya dibutuhkan untuk membuat terang kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023–2024.
Senada dengan Budi, Khalid Basalamah saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, mengakui dirinya hadir untuk memenuhi penjadwalan ulang lembaga antirasuah tersebut.
“Iya ini pengulangan karena kemarin kami ada jadwal,” ujar Khalid.
Sebelumnya, Khalid dipanggil KPK sebagai saksi kasus tersebut pada Selasa (2/9), namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.
KPK mengumumkan memulai penyidikan perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024, yakni pada 9 Agustus 2025.
Pengumuman dilakukan KPK setelah meminta keterangan kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam penyelidikan kasus tersebut pada 7 Agustus 2025.
Baca juga: KPK usut biaya peroleh kuota tambahan haji
Baca juga: KPK usut calon haji khusus yang berangkat tanpa antre di tahun 2023-2024
Baca juga: KPK sita 1,6 juta dolar AS dari kasus kuota haji
