Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meresmikan sebanyak 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia dalam rangka akselerasi peningkatan jumlah dokter di Tanah Air.

Kegiatan tersebut dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat (13/2).

Mendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menekankan pentingnya menjaga orientasi utama pendidikan PPDS sebagai ladang pengabdian untuk menghasilkan dokter yang berkualitas dan memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat, bukan sebagai ruang komersialisasi.

Baca juga: Kementerian Diktisaintek gandeng BPJS Kesehatan untuk dokter spesialis

"Kualitas harus dipertahankan dan ditingkatkan, jangan menjadikan pendidikan PPDS ini komersialisasi," kata Mendiktisaintek.

Mendiktisaintek mengamanahkan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) dapat mengembangkan pusat unggulan (center of excellence) secara bertahap dan terfokus, sehingga mampu menjadi rujukan pasien dalam dan luar negeri.

Hal ini dapat diwujudkan melalui ekosistem kesehatan Muhammadiyah yang menyinergikan PTMA dan RSMA sesuai strategi Sistem Kesehatan Akademik.

"Kita perlu menunjukkan bahwa kampus dan rumah sakit kita memiliki kualitas layanan berkelas internasional. Bukan orang Indonesia yang berobat ke luar negeri, tetapi pasien luar negeri yang datang ke rumah sakit kita," ujarnya.

Baca juga: Kemdiktisaintek setujui pembukaan 160 program pendidikan dokter spesialis

Selain aspek pendidikan, Menteri Brian juga menyoroti peran strategis institusi pendidikan kesehatan dalam menjaga stabilitas nasional.

Ia berharap kualitas layanan kesehatan di dalam negeri dapat terus meningkat, sehingga ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di luar negeri dapat ditekan.

Brian menyebut langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk melakukan transformasi kesehatan yang mandiri, dengan memperkuat kualitas SDM kesehatan dari hulu (pendidikan) sekaligus memperkokoh sistem ketahanan kesehatan nasional dalam jangka panjang.

"Kita butuh orang-orang yang memiliki keinginan kuat untuk memajukan dunia kedokteran dan mengabdi kepada bangsa dan negara," ucap dia.

Peluncuran 24 PPDS ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PTMA dan RSMA untuk melahirkan dokter-dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat ibadah dalam profesinya.

Baca juga: Pemprov Jambi apresiasi Universitas Jambi bentuk program dokter spesialis

"Jadikan PPDS ini ladang amal usaha kita. Semoga langkah ini menjadi awal lahirnya dokter-dokter hebat yang penuh dedikasi dan memiliki hati yang lembut dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa," tutur Brian Yuliarto.

Diketahui, pembukaan prodi PPDS perdana di PTMA ini berhasil dicapai oleh 7 PTMA, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan 12 program, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tiga program, dan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) empat program.

Selain itu, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Univeristas Muhammadiyah Surakarta (UMS), serta Universitas Muhammadiyah Surabaya masing-masing membuka satu program, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka dua program spesialis.

 



Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026