Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pengisian jabatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini wajib melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding.
Rudy mengatakan, mekanisme seleksi terbuka yang selama ini umumnya diterapkan untuk pengisian jabatan pejabat eselon II, kini diperluas dan berlaku bagi calon pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Selama ini open bidding hanya berlaku untuk pejabat eselon II. Dua minggu lagi kami akan buka secara terbuka untuk pejabat eselon III dan eselon IV yang golongannya sudah mencukupi,” kata Rudy usai pelantikan di Pendopo Bupati, Cibinong, Jumat.
Baca juga: Bupati Bogor lantik 24 pejabat eselon III dan IV
Ia menegaskan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi persyaratan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi, tanpa dibatasi oleh lokasi penugasan maupun kedekatan dengan pusat pemerintahan kabupaten.
“Yang bertugas di kelurahan, kecamatan, UPT, baik di barat, timur, utara, maupun selatan Kabupaten Bogor, walaupun jauh kantornya, tetap memiliki hak dan jenjang karier yang sama,” ujarnya.
Menurut Rudy, setelah pendaftaran dibuka, pemerintah daerah akan menyiapkan tahapan seleksi secara berjenjang dan transparan untuk menilai kompetensi, potensi, serta kemampuan ASN sesuai kebutuhan jabatan.
Baca juga: Komandan Paspampres beri Brevet Kehormatan Setia Waspada kepada Bupati Bogor
Ia menyampaikan, pelaksanaan seleksi terbuka tersebut akan melibatkan tim seleksi yang dipersiapkan pemerintah daerah serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari panitia seleksi.
“Tim seleksi kami persiapkan dan kami menggandeng beberapa akademisi dari beberapa universitas di Kabupaten Bogor,” katanya.
Rudy menegaskan, kebijakan tersebut bertujuan memastikan seluruh pejabat yang mengisi jabatan struktural dipilih berdasarkan kemampuan dan integritas, sekaligus membuka ruang bagi munculnya wajah-wajah baru dalam birokrasi daerah.
Ia juga menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menutup celah praktik jual beli jabatan dalam proses pengisian jabatan.
Baca juga: Bupati Bogor tetapkan Desa Gunungputri sebagai prototipe desa terpadu
Sebelumnya, Rudy melantik 24 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor meliputi 19 pejabat struktural eselon III dan IV serta lima pejabat fungsional, di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 105 jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dari eselon II, eselon III, hingga eselon IV. Dengan pelantikan 24 pejabat tersebut, jumlah jabatan yang belum terisi masih mencapai 96 jabatan.
“Pada hari ini kami melantik 19 orang untuk jabatan struktural dan lima orang untuk jabatan fungsional. Dari total 105 jabatan yang kosong, setelah pelantikan ini masih tersisa 96 jabatan,” ujarnya.
Menurut Rudy, pengisian jabatan dilakukan secara bertahap untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, sehingga potensi aparatur dapat berkembang sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.