Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan membantu vaksinasi rabies hewan peliharaan warga Kota Palembang.
"Pemberian vaksinasi secara gratis itu merupakan salah satu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies serta mendukung Palembang Bebas Rabies 2025," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari, di Palembang, Senin.
Dia menjelaskan, hewan peliharaan masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan vaksinasi rabies yakni kucing dan anjing.
Untuk melaksanakan pelayanan vaksinasi pada hewan penular rabies (HPR), pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palembang dan Puskesmas Rabies Center kota setempat.
Baca juga: Disnakeswan Lebak sebut sudah 15 tahun belum ditemukan kasus rabies akibat gigitan hewan
Baca juga: Hampir 60 ribuekor HPR di DKI divaksinasi sepanjang 2024
"Untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin, kami menurunkan dokter hewan karantina seperti drh Fauzi Abdurrahman Munggaran, drh Anisah Anom, drh Irpan Rosyidi," ujarnya.
Menurut dia, rabies dapat dicegah dengan vaksinasi rutin pada hewan penular rabies seperti kucing, anjing, dan kera.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melalulintaskan kucing atau anjing ke luar daerah agar memastikan hewan tersebut telah divaksin rabies dan dilengkapi dokumen resmi,” ujarnya
Selain memberikan vaksinasi rabies, Tim BKHIT Sumsel juga berupaya menggalakkan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya rabies sebagai penyakit zoonosis yang mematikan, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemilik hewan peliharaan tersebut.
Baca juga: Jaktim targetkan vaksinasi rabies 13 ribu HPR sepanjang 2025
Terkait lalu lintas HPR, dijelaskan juga prosedur lalu lintas kucing dan anjing antar area atau pulau, di mana untuk melalulintaskan hewan itu harus disertai sertifikat kesehatan dan telah divaksinasi rabies dengan hasil uji laboratorium titer antibodi protektif.
"Dengan kegiatan sosialisasi itu, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies, prosedur lalu lintas HPR, dan pentingnya vaksinasi semakin meningkat, sehingga risiko penularan rabies di Palembang dan wilayah Sumsel lainnya dapat ditekan seminimal mungkin," harap Sri Endah.
