Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, komitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 2030 untuk memperkokoh upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat yang lebih baik.  

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarni di Pekalongan, Senin, mengatakan program cek kesehatan akan lebih fokus pada penguatan kualitas layanan bukan sekadar mengejar angka partisipasi saja. 

"Pada 2026 akan menjadi titik balik penguatan mutu CKG. Hasil pemeriksaan pasien kini tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa tindak lanjut medis yang jelas," katanya.

Baca juga: Dinkes Pulang Pisau layani CKG pengunjung Pasar Ramadhan
Baca juga: Cakupan program CKG pada 2025 di Jakarta lampaui target

Menurut dia, perhatian utama Program CKG ini tetap tertuju pada deteksi penyakit tidak menular khususnya hipertensi dan diabetes melitus.

"Fenomena di lapangan menunjukkan banyak warga yang awalnya merasa sehat, justru terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi saat pemeriksaan.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dita Rasnasuri mengatakan akan memberikan pendampingan rutin ke puskesmas bagi warga yang teridentifikasi memiliki penyakit tidak menular.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan memberikan edukasi intensif mengenai pengelolaan kesehatan bagi warga yang terdeteksi pra-diabetes agar kondisi mereka tidak memburuk menjadi komplikasi serius.

Baca juga: Kemenkes: CKG, HART soroti perlunya intervensi menyeluruh jaga lansia

Menurut dia, salah satu terobosan untuk menjaga kualitas layanan ini adalah penggunaan aplikasi Satu Sehat Indonesia karena semua data pasien akan diinput  secara detail guna memantau riwayat medis secara berkelanjutan.

"Seluruh data pasien akan diinput lebih rinci melalui aplikasi Satu Sehat. Ini memungkinkan pencatatan yang terintegrasi sehingga tindak lanjut pasien terpantau terus," katanya.

Ia mengatakan jika tahun-tahun sebelumnya, pihaknya pada kuantitas target peserta 20 ribu peserta maka pada 2026 ini kualitas intervensi menjadi fokus utama.

"Pemerintah sendiri memasang target ambisius agar 80 persen warga Indonesia dapat tercover layanan CKG. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak angka harapan hidup masyarakat sekaligus menekan angka penderita penyakit kronis di daerah ini," katanya.

 



Pewarta: Kutnadi
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026