Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat mencatat tren positif pembangunan sepanjang 2025, ditandai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan inflasi, angka kemiskinan, serta tingkat pengangguran, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Bogor, Jabar, Senin, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat program pembangunan pada tahun berikutnya, khususnya dalam percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta sektor pendidikan dan sosial.
“Harus terus dikuatkan, jadi tidak boleh kendor. Ini baru tahun pertama dan ada rencana-rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, termasuk pembangunan infrastruktur, serta bidang pendidikan dan sosial,” ujar Dedie Rachim.
Baca juga: Paguyuban Bogor Selatan desak pemkot percepat pembangunan jalan pengganti
Baca juga: DPRD Kota Bogor ketok APBD 2026 senilai Rp3,1 triliun yang prioritaskan pembangunan
Menurut dia, berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif tersebut akan menjadi fondasi bagi Kota Bogor untuk melangkah lebih baik ke depan. Pemkot Bogor, lanjut Dedie, juga menempatkan perluasan lapangan kerja sebagai salah satu prioritas utama di tahun mendatang.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kesempatan kerja perlu didukung oleh kemudahan perizinan usaha agar investasi dapat tumbuh dan membuka lebih banyak lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai saling berkaitan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peningkatan lowongan pekerjaan ini harus diikuti dengan kemudahan perizinan, jadi memang ada keterkaitan satu dengan yang lain. Makanya tadi kami kumpulkan dan semua sepakat untuk terus menggelorakan semangat untuk Bogor yang lebih baik lagi ke depan,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Bogor ajak LKBN Antara sinergi sebarkan informasi pembangunan
Selain itu, Pemkot Bogor pada 2026 juga akan melakukan perbaikan data terpadu sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan warga. Langkah ini dilakukan agar berbagai bantuan sosial dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah dapat lebih tepat sasaran.
Dedie menilai selama ini penyaluran bantuan masih terpecah-pecah, sehingga satu keluarga sering kali hanya menerima satu jenis bantuan. Melalui validasi data yang lebih baik, pemerintah menargetkan intervensi bantuan dapat difokuskan pada satu keluarga secara menyeluruh.
“Kalau datanya betul, bisa dipertanggungjawabkan dan valid, maka yang akan diintervensi adalah satu keluarga, sehingga dalam kurun waktu tertentu dia bisa keluar dari prasejahtera ke sejahtera,” ujarnya.
Pemkot Bogor optimistis langkah penguatan data, perluasan lapangan kerja, dan kesinambungan program pembangunan dapat menjaga tren positif indikator sosial ekonomi kota pada tahun-tahun mendatang.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.