Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 546 kali sepanjang 2025 sebagai bagian dari kinerja setahun kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, program tersebut dilakukan secara masif dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Ajat di Cibinong, Senin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM menjangkau seluruh 40 kecamatan dan 161 desa/kelurahan di Kabupaten Bogor. Dari total kegiatan tersebut, mayoritas didukung melalui APBD Kabupaten sebanyak 529 kali, sisanya melalui APBD Provinsi serta pelaksanaan mandiri.
Sepanjang pelaksanaannya, total komoditas pangan yang disalurkan mencapai lebih dari 2,25 juta kilogram/liter dengan total omzet sekitar Rp34,45 miliar.
Komoditas yang disediakan dalam GPM meliputi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, bawang, cabai, serta berbagai jenis sayuran.
Ajat menuturkan, setiap titik pelaksanaan rata-rata melayani sekitar 750 penerima manfaat, sehingga secara keseluruhan program tersebut telah menjangkau sekitar 409.500 kepala keluarga atau warga.
Menurut dia, program GPM tidak hanya berfungsi sebagai intervensi harga, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menekan inflasi pangan di tingkat lokal.
“Program ini membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.
Ia menambahkan, keberlanjutan GPM menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan serta menjaga keseimbangan antara distribusi dan keterjangkauan harga di pasaran.
Pelaksanaan GPM tersebut menjadi salah satu indikator kinerja sektor ekonomi kerakyatan dalam setahun kepemimpinan Rudy–Ade yang berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat di Kabupaten Bogor.
Baca juga: Setahun dipimpin Rudy Susmanto, cakupan JKN Bogor tembus 97,9 persen
Baca juga: Kabupaten Bogor raih 340 penghargaan dalam kinerja setahun
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.