Karawang (ANTARA) - Polres Karawang bersama Perum Bulog Cabang Karawang, Jawa Barat meluncurkan Gerakan Pangan Murah, dengan melakukan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), untuk memberi akses lebih luas kepada masyarakat.
Kepala Perum Bulog Cabang Karawang, Umar Said, di Karawang, Kamis berharap agar program ini mampu menjaga stabilitas harga beras, khususnya di wilayah Karawang.
“Kami dibantu Polres Karawang untuk mendistribusikan beras ke 24 Polsek di Karawang," katanya.
Secara keseluruhan, target distribusi hingga Desember 2025 mencapai 30 ribu ton beras.
Pada tahap awal, disalurkan lima ton beras, kemudian secara bertahap masing-masing polsek akan menerima hingga 24 ton.
Untuk pendistribusi dilakukan mingguan atau harian, sesuai kebutuhan.
Ia menyampaikan, beras SPHP dijual dalam kemasan 5 kilogram, dengan batas pembelian maksimal dua pak per orang.
"Harganya Rp11.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp13.000–Rp14.000," katanya.
Kapolres Karawang, AKBP Fikri Novian Ardhiansyah, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Polsek dan Bhabinkamtibmas untuk menyalurkan beras ini ke masyarakat secara tepat sasaran.
“Potensi pasar antara wilayah perkotaan dan pedesaan berbeda, termasuk di daerah penghasil beras di wilayah utara. Karena itu, strategi teknis sudah disiapkan agar distribusi merata,” jelasnya.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiasi Mabes Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan stakeholder terkait dalam rangka menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Kami Pemkab Karawang dan semua yang hadir di sini menyatakan dukungan penuh terhadap program ini dan siap mengawalnya hingga tingkat kecamatan dan desa,” kata Bupati.
