Cilacap (ANTARA) - Bank Sampah Berkah Bersama di Kelurahan Karangtalun RW 06, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berhasil mendorong warga setempat mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi menabung sejak berdiri pada 2020.
Bendahara Bank Sampah Berkah Bersama Heni Yuniar di Cilacap, Rabu, mengatakan program tersebut awalnya diinisiasi Kelurahan Karang Talun bersama Pokja IV dan Puskesmas Cilacap Utara untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah rumah tangga, khususnya sampah anorganik.
“Awalnya kami ajak warga mengumpulkan sampah anorganik seperti botol, kardus, kaleng, dan seng. Setelah ditimbang setiap bulan, hasil penjualannya ditabung dan bisa diambil setahun sekali menjelang Lebaran," katanya.
Dia mengatakan harga sampah yang disetorkan warga bervariasi, misalnya botol bersih Rp2.500 per kilogram dan botol kotor Rp1.500 per kilogram.
Setelah terkumpul, kata dia, rata-rata tabungan sampah dari seluruh warga RW 6 mencapai sekitar Rp2 juta per bulan.
Menurut dia, kehadiran bank sampah membawa perubahan perilaku signifikan karena warga saat ini termotivasi untuk memilah dan mengumpulkan sampah.
