Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan kegiatan “Skrining Anemia pada Bayi dan Remaja Putri” bagi masyarakat Badui sebagai bagian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI.
Kegiatan ini dilakukan di Desa Cisaban yang merupakan bagian dari wilayah Badui Luar, yang terletak di kaki Gunung Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
"Merupakan momen berharga bagi UI bisa bekerja sama dengan KAI. Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi multi-pihak yang strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah terpencil, serta menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi pendidikan dan korporasi terhadap kelompok masyarakat adat di Indonesia,” kata Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Dr. LG. Saraswati, di Kampus UI Depok, Senin.
Baca juga: UI dan KAI kerja sama upayakan konservasi geopark naikkan ekonomi warga
Pada kegiatan tersebut, beragam layanan kesehatan diberikan bagi warga Suku Baduy, di antaranya penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pengukuran tinggi badan dan berat badan anak, pemberian suplemen penambah darah untuk remaja putri.
Selain itu, diadakan pula pemeriksaan dan pengobatan umum, tindakan sederhana pada gigi, pelayanan farmasi, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian makanan ringan, pemeriksaan laboratorium darah, serta pemeriksaan sampel urin dan feses.
Sebanyak 193 peserta mengikuti pengobatan umum dan gigi, sementara 40 peserta mengikuti pemeriksaan laboratorium mini. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan berbagai penyakit yang diderita warga, yakni dyspepsia, myalgia, ISPA, urtikaria dan dermatitis.
Baca juga: KAI terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen
Adapun status gizi dari 22 anak yang menjalani pemeriksaan, yaitu gizi normal (14 anak), tinggi badan dan berat badan kurang (5 anak), serta tinggi badan kurang (3 anak).
Ketua Tim Pengabdi, Dr. dr. Astuti Giantini mengatakan kegiatan ini tidak hanya memberikan pelayanan medis jangka pendek, tetapi juga dapat ditindaklanjuti oleh puskesmas setempat untuk pemantauan kesehatan lanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan. Terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa dari PT KAI dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan warga Suku Badui,” kata Dr. Astuti.
Kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas membuat warga kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Dalam upaya menurunkan dan mencegah kasus stunting, di desa tersebut,
Baca juga: PT KAI beri reduksi tarif kereta api kepada dosen dan tendik UI
Kegiatan yang diikuti oleh hampir 200 peserta ini berlangsung pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2025.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Dr. LG. Saraswati, S.S., M.Hum; Manajer Corporate Social Responsibility PT KAI, Ichwan, beserta tim; Ketua Tim Pengabdi, Dr. dr. Astuti Giantini; serta Kepala Puskesmas Cisimeut.
UI dan KAI adakan skrining anemia dan layanan kesehatan masyarakat Badui
Senin, 4 Agustus 2025 17:54 WIB
UI-KAI melakukan skrining anemia dan layanan kesehatan bagi masyarakat Badui. ANTARA/HO-Humas UI.
