Makassar (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar angkatan 2022, Muhammad Almahdi Ridwan, terpilih sebagai salah satu dari 40 penerima beasiswa nasional Perusahaan Gas Negara (PGN) Muda Maju 2025.
Almahdi menjadi satu-satunya perwakilan UIN Alauddin yang berhasil menembus program bergengsi yang digagas oleh PT PGN bersama Young On Top (YOT).
"Beasiswa ini bukan sekadar bantuan dana, tapi ajang mengasah mindset kepemimpinan, soft skills dan kesiapan menghadapi dunia profesional," ujar Almahdi dalam keterangannya di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menjadi platform pengembangan diri yang komprehensif.
Baca juga: UIN Alauddin dan Unismuh Gorontalo kerja sama pengembangan pendidikan
Tahun ini, lebih dari 500 mahasiswa dari seluruh Indonesia mendaftar dalam program PGN Muda Maju. Hanya 40 peserta terpilih, dan 20 diantaranya, termasuk Almahdi, diundang khusus ke Jakarta untuk mengikuti puncak acara dalam Young On Top National Conference (YOTNC) ke-1 di Balai Kartini, Jakarta.
Dalam proses seleksi yang berlangsung selama tujuh minggu, Almahdi mengikuti berbagai pelatihan intensif, mulai dari kepemimpinan, pengembangan jaringan profesional, hingga perencanaan karier jangka panjang.
“Banyak ilmu praktis yang kami dapatkan langsung dari para profesional dan mentor industri,” tutur Almahdi.
Ketua Prodi Akuntansi FEBI UIN Alauddin, Dr Lince Bulutoding MSi Ak CA PCIF, mengatakan keberhasilan Almahdi menunjukkan bahwa kualitas mahasiswa Prodi Akuntansi UIN Alauddin setara dengan perguruan tinggi ternama lainnya, seperti UI, UGM, Undip, hingga Unair.
Beasiswa PGN Muda Maju 2025 diserahkan secara simbolis oleh Direktur Manajemen Risiko PGN, Arief Kurnia Risdianto kepada 20 mahasiswa terbaik dalam acara bergengsi tersebut.
Peserta yang lolos berasal dari berbagai kampus terkemuka di Indonesia, mulai dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Pattimura, dan Polinema.
