Jakarta (ANTARA) - Saat menjejakkan kaki di Mesir, Negeri Para Firaun kontras langsung menyambut mata kami sebuah videotron besar di bandara menampilkan citra Firaun, sementara jalan menuju Hay Sabee, Kairo, dihiasi ornamen Ramadan khas warisan Islam.
Ini adalah representasi hidup dari tesis para akademisi bahwa Mesir adalah “negara dengan singularitas kota yang khas” tempat di mana identitas peradaban kuno dan modern hidup berdampingan secara simultan,” ujar Sora Algamar siswa IDN Boarding School Solo.
"Dalam konteks tata ruang dan arsitektur, Mesir sedang mengalami transisi dari kota bersejarah ke era kota cerdas (smart cities). Studi oleh Abusaada et al. (2023) menjelaskan bagaimana New Administrative Capital City (NACC) dirancang untuk menjadi ibu kota futuristik yang menggabungkan karakter masa lalu (seperti artefak dan simbol sejarah) dengan smart urban form berbasis ICT. Ini senada dengan narasi visual kota Kairo: dari Piramida Giza dan Benteng Salahuddin, hingga gedung-gedung canggih di ibu kota baru Mesir,” tambah Sora, peserta IDN Backpacker 2025.
“Fenomena ini menegaskan bahwa Mesir bukan sekadar ruang geografis, melainkan ruang yang diberi makna oleh sejarah, budaya, dan emosi kolektif. Taha (2013) menekankan pentingnya place identity dalam membangun kota yang bukan hanya layak huni, tetapi juga bermakna bagi warganya. Ketika tempat kehilangan identitasnya, maka ia menjadi “placeless” kosong secara emosional dan simbolik,” seru Sora Algamar yang pernah memberikan materi tentang AI di Vokasi Universitas Indonesia.
Dengan demikian, perjalanan kami di Mesir bukan hanya menjadi pelajaran sejarah, tetapi juga refleksi tentang dinamika perubahan dan kesinambungan. Seperti dijelaskan oleh Beah et al. (2022), Mesir masih menghadapi tantangan besar dalam indeks keberlanjutan kota. Meski demikian, inisiatif seperti New Cairo membuktikan bahwa transformasi menuju kota berkelanjutan bukan hal yang mustahil—asal disertai komitmen perencanaan yang partisipatif, ekologis, dan sosial.
“Dari Mesir, kami belajar satu hal penting: sejarah bukan hanya kisah masa lalu, melainkan cetak biru untuk membangun masa depan. Kota-kota yang bertahan dan berkembang adalah kota-kota yang tidak melupakan akarnya, tetapi juga berani menanam benih masa depan. Dalam bahasa sederhana: Mesir mengajarkan kami bahwa waktu adalah arsitek utama identitas” tutup Sora, co-founder komunitas sosial kemanusiaan, JejakBaik.
IDN Backpacker adalah salah satu program unggulan dari IDN Boarding School yang dirancang untuk mendidik para siswa menjadi manusia tangguh melalui pengalaman menjelajahi puluhan negara dengan biaya seminimal mungkin.
Program ini telah berjalan selama tiga tahun dimulai dari dua negara pada 2023, sepuluh negara pada 2024, dan sebelas negara di tahun 2025.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026