Jakarta (ANTARA) - Di tengah dunia yang berubah cepat, Jejak Baik merangkai dua benang penting bagi masa depan anak muda Indonesia: literasi digital dan wawasan global.
Sepanjang Agustus hingga September 2025, inisiatif edukasi berbasis komunitas ini, menghadirkan dua webinar yang saling melengkapi, mengasah keterampilan berpikir komputasional sekaligus menumbuhkan keberanian melangkah ke dunia yang lebih luas.
Sora Algamar, Co-founder Jejak Baik, bertindak sebagai fasilitator kedua sesi, sementara panggung utama diisi dua pembicara: Nasywan Muhammad Nuh dan Reveeno Dhirgam Putra.
“Jejak Baik ingin memperlihatkan bahwa literasi digital dan wawasan global adalah dua bekal utama anak muda. Webinar ini adalah wujud nyata bahwa kita bisa belajar coding dari kamar sendiri, sekaligus belajar dunia dari pengalaman nyata di luar negeri,” ujar Sora Algamar, Fasilitator & Co-founder Jejak Baik dalam keterangannya, Senin.
Seri webinar pertama membuka pintu pada logika dan kreativitas lewat Dasar-Dasar Pemrograman bersama Nasywan Muhammad Nuh. Peserta diajak menyusuri sejarah pemrograman, mengenal alat serta bahasa populer, lalu berlatih menulis kode sederhana. Suasana belajar dibuat hidup lewat kuis berhadiah dan sertifikat keikutsertaan bagi yang menuntaskan sesi.
Bagi Jejak Baik, coding bukan sekadar menulis baris perintah, ia melatih cara berpikir sistematis, ketelitian, dan daya pecah masalah yang bermanfaat di berbagai bidang. Seperti ditegaskan dalam banyak kajian, meski AI kian canggih, manusia tetap dibutuhkan untuk memahami konteks, memperbaiki, dan mengarahkan teknologi.
“Mengajar coding adalah cara kami membuka pintu bagi siapa saja agar tidak tertinggal dalam transformasi digital. Semua orang berhak belajar, mulai dari langkah paling dasar,” tegas Nasywan.
Seri webinar kedua, mengajak peserta melompat lebih jauh: “Anak SMK Kelas 11, Backpacker-an Keliling 11 Negara” bersama Reveeno Dhirgam Putra, peserta IDN Backpacker di 11 Negara.
Selama enam bulan, ia menjelajahi India, Saudi Arabia, Mesir, Turkiye, Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, China, Laos, Thailand, hingga Malaysia, yang kemudian membagikan kiat pembiayaan, strategi bertahan, dan cara beradaptasi budaya.
Pengalaman lintas negara menumbuhkan kemandirian, jejaring internasional, kemampuan bahasa, dan life skills seperti adaptabilitas, komunikasi lintas budaya, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan resiliensi, yang menjadi modal berharga untuk karier dan kepemimpinan.
“Perjalanan lintas 11 negara mengajarkan bahwa hidup bukan hanya soal pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan bertahan dalam situasi baru. Itu adalah kelas kehidupan terbaik,” tutup Reveeno.
Dua kisah tentang belajar menulis kode dan belajar membaca dunia, telah menempa kepercayaan diri generasi muda untuk melangkah lebih berani. Di ruang virtual yang inklusif, Belajar kode dan membaca dunia, bersama Jejak Baik, masa depan gemilang pun terbuka.
Jejak Baik: Dari Pemrograman hingga Backpackeran 11 Negara, membangun generasi digital dan global
Senin, 22 September 2025 18:04 WIB
Jejak Baik: Dari Pemrograman hingga Backpackeran 11 Negara, Membangun Generasi Digital dan Global (ANTARA/HO-Jejak Baik)
Jejak Baik ingin memperlihatkan bahwa literasi digital dan wawasan global adalah dua bekal utama anak muda.
