Depok (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok Jawa Barat mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba secara bersama-sama karena mempunyai dampak buruk kesehatan dan masa depan bangsa.
"Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk fokus pada tiga pilar utama: edukasi dan pencegahan, rehabilitasi berbasis pendekatan humanis, serta pemberantasan tegas terhadap jaringan narkotika," kata Kepala BNN Kota Depok, Raden Mohamad Tohir Hendarsyah, di Depok, Jumat.
Berdasarkan Indonesia Drugs Report 2025, terdapat 46.748 kasus narkotika yang diungkap dengan 61.439 tersangka, di mana Provinsi Jawa Barat berada di peringkat keempat dalam jumlah kasus dan tersangka terbanyak.
Baca juga: BNN Depok edukasi pelajar tentang narkoba
Baca juga: BNN Depok lakukan tes urine bagi 55 pengemudi bus
Kota Depok sebagai wilayah penyangga ibu kota pun tidak luput dari ancaman tersebut.
"Jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Depok adalah ganja, sinte, sabu-sabu, dan ekstasi. Selama Januari hingga Juni 2025, BNN Kota Depok menerima 26 klien pecandu narkoba, terdiri dari 25 laki-laki dan 1 perempuan,” jelasnya.
Raden Tohir mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat Kota Depok untuk kerja sama karena pentingnya keterlibatan bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.
“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada semua pihak yang telah bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan BNN dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba),” katanya.
BNN Depok memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2025 dengan menggelar kegiatan bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok, dan mengajak masyarakat perangi narkoba bersama.
Baca juga: ASJB ajak BNN berikan edukasi tentang bahaya narkoba
Raden Tohir menyampaikan bahwa peringatan HANI setiap tanggal 26 Juni merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas global terhadap dampak buruk narkotika, sebagaimana dicanangkan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
“Peringatan HANI menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa narkoba adalah ancaman serius bagi kesehatan, keamanan, dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk menanggulanginya,” tegas Raden Tohir.
Dengan mengusung tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkotika Melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045”, HANI 2025 mengajak seluruh elemen bangsa untuk fokus pada tiga pilar utama: edukasi dan pencegahan, rehabilitasi berbasis pendekatan humanis, serta pemberantasan tegas terhadap jaringan narkotika.
BNN Depok ajak masyarakat perangi narkoba bersama-sama
Jumat, 27 Juni 2025 10:26 WIB
BNN Depok peringati Hari Anti Narkotika Internasional ( Tahun 2025 menggelar kegiatan bersama di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok. (ANTARA/HO-BNN Depok)
