Depok (ANTARA) - Dokter Spesialis Bedah Umum, Eka Hospital Depok dr. Koespriyandito mengingatkan gejala radang usus buntu yang perlu diwaspadai.
"Yang perlu diwaspadai adalah sakit perut sebelah kanan bawah yang tiba-tiba, sakit yang bermula di perut bagian tengah (pusar) dan bergeser ke kanan bawah," kata dr. Koespriyandito di Depok, Rabu.
Selain itu rasa sakit yang semakin buruk saat batuk, berjalan, atau gerakan menghentak lainnya, sakit yang memburuk ketika menekuk kaki, mual dan muntah, nafsu makan hilang, demam rendah yang makin tinggi ketika peradangan memburuk, diare atau sembelit, perut kembung.
Lebih lanjut ia menjelaskan sumbatan di usus buntu yang terinfeksi merupakan penyebab utama radang usus buntu.
Baca juga: Dokter sebut "sleep hygiene" bantu mencegah alzheimer pada lansia
Usus buntu terletak di ujung kanan bawah usus besar. Ukurannya yang kecil membuat sisa makanan atau sisa pencernaan lebih mudah masuk ke dalamnya.
Saat terjadi sumbatan, bakteri yang memang sudah hidup di usus akan berkembang biak dengan lebih cepat dan menyebabkan infeksi.
Bila pasien datang ke dokter dengan keluhan sakit perut, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dulu. Untuk memastikan, dokter bisa merekomendasikan beberapa pemeriksaan, seperti
Tes darah lengkap, tes urine, CT scan atau USG abdomen.
"Hasil pemeriksaan sel darah putih yang cukup tinggi bisa mengindikasikan adanya infeksi," katanya.
Baca juga: Dokter sebut paparan gawai bisa hambat produksi hormon dan ganggu tidur anak
Tidak semua kasus apendisitis harus menjalani operasi. Jika baru berada di tahap awal, dokter mungkin hanya akan memantaunya.
Namun, dokter mungkin akan menganjurkan konsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri meluas.
Apabila mengalami usus buntu akut dan peradangan cukup berat, akan dianjurkan untuk menjalani operasi dalam 24-36 jam setelah gejala pertama dilakukan.
Operasi pengangkatan usus buntu, atau apendektomi, adalah gold standard untuk mengatasi apendisitis. Dalam proses pencernaan sendiri, usus buntu tidak terlibat. Itu sebabnya tetap dapat hidup normal meski tidak memiliki usus buntu.
Setelah menjalani operasi, dapat benar-benar pulih dalam waktu 1-2 minggu. Proses pemulihan bisa jadi lebih cepat jika menggunakan teknik laparoskopi untuk mengangkat usus buntu.
Dokter ingatkan radang usus buntu yang perlu diwaspadai
Rabu, 28 Mei 2025 20:12 WIB
Dokter Spesialis Bedah Umum, Eka Hospital Depok dr. Koespriyandito. ANTARA/Feru Lantara
