Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, akan menata jaringan kabel utilitas udara menyusul semrawutnya jaringan kabel tersebut yang terpasang di sepanjang jalan wilayah Karawang.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Karawang, Selasa, menyampaikan saat ini jaringan kabel listrik, telekomunikasi (internet, telepon), atau fiber optik yang dipasang di atas tiang di ruang publik kondisinya semrawut.

Selain mengganggu estetik kota, katanya, kesemrawutan jaringan kabel utilitas udara itu juga seringkali membahayakan pengguna kendaraan. Jadi perlu tindakan dan langkah efektif untuk penataan jaringan kabel tersebut.

Baca juga: Pemkab Bogor mulai lakukan pemindahan kabel udara ke bawah tanah
Baca juga: Wali Kota Bogor putus kabel udara untuk tertibkan tata kota

Saat ini kondisi di lapangan, lanjut dia, kabel utilitas udara di Karawang ada yang sampai menjuntai hingga ke tanah. Bahkan banyak sisa kabel yang digulung di bagian tiangnya.

Selain itu banyak pula ditemukan tiang jaringan kabel kondisinya miring dan rawan tumbang. "Penataan harus segera dilakukan mulai dari sekarang. Jangan sampai terlambat penanganannya, bisa semakin semrawut," kata Bupati Aep.

Untuk langkah awal dalam melakukan penataan jaringan kabel utilitas udara, Bupati Aep bersama jajaran di lingkungan Pemkab Karawang telah melakukan studi tiru ke Kota Bogor.

Bupati menyebutkan untuk sementara ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor cukup berhasil melakukan penataan kabel utilitas udara.

Baca juga: Pemkot Depok rancang program penurunan kabel udara di sejumlah lokasi

Ia mengatakan Pemkot Bogor cukup berhasil menata jaringan kabel utilitas udara sekitar 17.280 meter, dengan efektivitas anggaran dan proses penertibannya berlangsung dengan tepat dan cepat.

Beberapa langkah yang dilakukan Pemkot Bogor antara lain realisasi pekerjaan boring kabel bawah tanah telah mencapai sekitar 5.664 meter, pemutusan dan pembongkaran kabel udara (cut off & dismantle) telah mencapai sekitar 2.650 meter. 



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026