Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) menggencarkan edukasi kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini melalui pembinaan anak Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti Prof Dominggus Malle di Ambon, Selasa, mengatakan usia sekolah dasar merupakan fase yang sangat tepat untuk membangun kesadaran dan keterampilan anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Usia SD adalah waktu yang ideal untuk melatih keterampilan motorik anak, termasuk kebiasaan menyikat gigi yang benar. Selain itu anak-anak pada usia ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga lebih mudah menerima edukasi kesehatan,” katanya.
Salah satu langkah konkret yang diambil Unpatti yakni menjadikan SD Negeri 230 Maluku Tengah (Malteng) sebagai sekolah binaan Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran (FK) Unpatti.
Baca juga: Universitas Pattimura usul pemerintah kembangkan agroforestri lindungi hutan
Ia mengatakan program sekolah binaan ini difokuskan pada edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak SD melalui kegiatan penyuluhan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pelatihan praktik menyikat gigi yang benar secara berkala.
Edukasi yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, kata dia, akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan gigi anak serta membantu mencegah berbagai gangguan yang dapat memengaruhi proses belajar.
“Anak-anak yang telah mendapatkan edukasi juga bisa menjadi penyuluh sebaya bagi teman-temannya. Program di SDN 230 Malteng ini diharapkan menjadi contoh untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain,” ujar Malle.
Baca juga: Universitas Pattimura perkuat riset dan kolaborasi internasional daerah kepulauan
Dekan FK Unpatti Farah Christina Noya mengatakan program sekolah binaan merupakan bentuk komitmen dan dampak nyata Unpatti, khususnya Prodi Kedokteran Gigi, dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini.
“Kami berharap edukasi kesehatan gigi yang diinisiasi ini dapat memberikan dampak positif. Kesehatan gigi adalah investasi penting karena jika tidak dijaga, biayanya akan sangat mahal dan dapat mengganggu aktivitas belajar anak,” katanya.
Ia menegaskan keterlibatan sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan agar anak-anak terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri dan berkelanjutan.
