Ambon (ANTARA) - Guru Besar bidang perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Prof Max Robinson Wenno menyatakan, biopeptida yang berasal dari sumber daya laut memiliki potensi besar sebagai penangkal radikal bebas, agen kesehatan preventif, hingga bahan pengawet alami pangan.
Hal tersebut disampaikan usai pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Bioteknologi Hasil Perikanan di Ambon, Selasa.
“Biopeptida dari organisme laut terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, sehingga berpotensi mencegah penuaan dini, penyakit kardiovaskular, hingga kanker,” kata dia.
Menurutnya, biopeptida merupakan fragmen protein berukuran pendek yang dihasilkan melalui proses hidrolisis enzimatis atau fermentasi, namun memiliki aktivitas biologis tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Baca juga: Lima guru besar Unpatti dikukuhkan untuk perkuat pemerataan pendidikan Maluku
Ia menjelaskan, selain sebagai antioksidan, berbagai penelitian juga menunjukkan biopeptida laut memiliki sifat antihipertensi melalui mekanisme penghambatan enzim angiotensin converting enzyme (ACE), serta berperan sebagai antimikroba dan imunomodulator alami.
Dalam bidang pangan, dirinya menyebut biopeptida dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami untuk memperpanjang umur simpan produk makanan.
Aktivitas antimikroba pada biopeptida memungkinkan penggunaannya sebagai pengawet alami yang sejalan dengan tren global pangan sehat dan berlabel bersih (clean label).
“Pemanfaatan biopeptida sebagai pengawet alami menjadi solusi alternatif pengganti bahan kimia sintetis, sekaligus memberikan nilai tambah kesehatan bagi konsumen,” ujarnya.
Baca juga: Universitas Pattimura perkuat riset dan kolaborasi internasional daerah kepulauan
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Maluku memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan biopeptida laut karena berada di kawasan Coral Triangle dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi.
Berbagai komoditas perikanan, termasuk ikan pelagis, teripang, rumput laut, hingga limbah hasil perikanan, dapat diolah menjadi sumber biopeptida bernilai tinggi.
Ia juga menyoroti kearifan lokal masyarakat Maluku, seperti produk fermentasi tradisional bakasang, yang secara ilmiah terbukti mengandung peptida bioaktif dengan aktivitas antihipertensi.
Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional memiliki relevansi kuat dengan pengembangan bioteknologi modern.
Baca juga: Universitas Pattimura berikan kursus Bahasa Jerman pada anak sekolah
“Biopeptida bukan hanya objek riset laboratorium, tetapi solusi nyata untuk menjawab tantangan global di bidang kesehatan, pangan, dan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan biopeptida laut sejalan dengan konsep ekonomi biru dan pemanfaatan limbah perikanan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kemandirian farmasi nasional.
Ia berharap Universitas Pattimura dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan bioteknologi laut tropis melalui riset terpadu, hilirisasi inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, sehingga potensi biopeptida laut Maluku dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026