Serang (ANTARA) - Bank Indonesia Provinsi Banten memperkirakan inflasi Maret 2025 cenderung akan kembali meningkat setelah program diskon tarif listrik berakhir pada akhir Februari 2025 serta bertepatan dengan bulan Ramadan.
Deputi Direktur BI Banten Hario K Pamungkas di Serang, Selasa, mengatakan pada Januari 2025 Banten mengalami deflasi sebesar -1,05 persen month to month dan 0,85 persen year on year (yoy).
"Deflasi ini terutama disebabkan oleh diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang berlaku pada bulan Januari dan Februari," ujarnya.
Menurut dia, fenomena deflasi pada Januari ini tidak hanya terjadi di Banten, melainkan secara nasional. Selanjutnya, pada Maret 2025 akan terjadi normalisasi tarif listrik.
"Ini juga sudah ada imbauan dari BPS pusat bahwa diskon tarif listrik ini hanya berlaku di Januari dan Februari, dan akan ada normalisasi tarif listrik di Maret. Artinya di Maret nanti harus ada antisipasi untuk kendalikan lonjakan inflasi," katanya.
Baca juga: BI: Konsumsi rumah tangga dorong pertumbuhan Ciayumajakuning
Baca juga: Menteri Perumahan akan bertemu Gubernur BI