Jumat, 20 Oktober 2017

Ini Suntikan Modal Pemkot Bekasi Untuk BPRS

id BPRS patriot, Bank Perkreditan Rakyat Syariah, Direktur Utama BPRS Patriot, Syahril T Alam, suntikan modal, dana bergulir, UMKM, bekasi
Saat ini total suntikan dana dari Pemkot Bekasi yang kami kelola dengan tambahan modal ini menjadi Rp20 miliar.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota Bekasi menambah suntikan modal sebesar Rp10 miliar bagi Bank Perkreditan Rakyat Syariah Patriot untuk dimanfaatkan sebagai dana bergulir yang dapat diakses pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi.

"Saat ini total suntikan dana dari Pemkot Bekasi yang kami kelola dengan tambahan modal ini menjadi Rp20 miliar," kata Direktur Utama BPRS Patriot Syahril T Alam, di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, dana serupa yang diterima pada 2016 sebesar Rp7,5 miliar dan telah didistribusikan kepada koperasi maupun pelaku UMKM yang memerlukan modal melalui Program Jaminan Kredit Daerah.

Menurut dia, Jamkrida merupakan program unggulan Pemkot Bekasi melalui BPRS Patriot yang memungkinkan koperasi dan pelaku UMKM dapat mengakses bantuan permodalan tanpa agunan.

"Suku bunga kredit yang ditawarkan pun rendah, yakni hanya 4 persen, sehingga tidak membebankan kreditur," katanya lagi.

Besar modal yang dapat dipinjam koperasi mulai 2017 mengalami peningkatan dari semula Rp100 juta menjadi Rp250 juta, sedangkan pagu untuk pelaku UMKM tetap Rp50 juta yang bisa diakses secara perorangan atau kelompok.

"Tahun lalu ada sekitar 500 pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan program ini. Sejauh ini mereka lancar membayarkan angsurannya sehingga tidak terjadi kredit macet," katanya pula.

Ketua UKM Kota Bekasi Klaster Makanan dan Minuman Afif Ridwan mengaku anggotanya banyak yang terbantu dengan kehadiran program ini.

"Bunganya jauh lebih ringan daripada program sejenis dari bank lainnya, sehingga banyak yang tertarik dan memanfaatkan kesempatan ini," katanya lagi.

Afif menambahkan, anggota klaster makanan dan minuman kebanyakan mengakses bantuan permodalan tersebut secara berkelompok dengan konsekuensi siap mengantisipasi kemungkinan terjadi kredit macet dari anggotanya.

"Kalau pinjam per kelompok memang sistemnya tanggung renteng. Risiko dihadapi bersama, tapi sebelumnya diantisipasi dengan saling dorong memberi motivasi agar usaha lancar dan pinjaman bisa tetap dibayar rutin cicilannya," kata dia pula.

(ADV/Humas Pemkot Bekasi).

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga