Sukabumi (Antaranews Bogor) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan harga cabe di Sukabumi terlalu rendah, karena pasokannya yang membludak tetapi permintaanya kurang sehingga harganya berkisar Rp15 ribu-Rp20 ribu/kg.
"Murahnya harga cabe merah ini, kami khawatir petani bisa merugi maka dari itu pemerintah akan mencoba menelusuri kenapa harga cabe tersebut terlalu murah untuk di Sukabumi," kata Aher di Sukabumi, Sabtu.
Menurutnya, perlu ada mekanisme agar harga cabe tersebut stabil sehingga harganya tidak merugikan petani yang menanamnya juga tidak memberatkan konsumen yang membelinya. Sebab, dengan terlalu rendahnya harga cabe ini petani akan kesulitan mendongkrak harga, jika dipaksakan naik tetapi konsumennya rendah maka akan tetap merugi, sehingga perlu adanya regulasi yang tepat dalam menstabilkan harga cabe ini apalagi menjelang Ramadan.
Lebih lanjut, untuk itu pihaknya berupaya akan mendorong penyebaran distribusi cabe dari Sukabumi keluar daerah seperti Bandung, Depok, Bogor dan Jakarta, sehingga cabe tidak menumpuk di pasaran Sukabumi saja yang menyebabkan harganya terlalu rendah, Selain itu, dengan adanya penyebaran pasokan ini petani tidak akan kesulitan menjual produknya tersebut saat panen raya, karena sudah ada beberapa pasar yang siap menampung, jadi tidak mengandalkan pasar di Sukabumi saja.
"Sukabumi adalah salah satu tempat penghasil cabe sehingga pasokannya dan cadangannya cukup tinggi, belum lagi ada pasokan yang datang dari beberapa daerah seperti dari Brebes, Jawa Tengah yang menyebabkan cabe tersebut menumpuk dan akhirnya harganya pun melorot. Kami akan mencari solusinya agar harga cabe itu stabil yang tidak merugikan petani tetapi tidak memberatkan konsumen," tambahnya.
Di sisi lain, Aher mengatakan menjelang Ramadan ini permintaan kebutuhan pokok masyarakat biasanya meningkat karena adanya peningkatan permintaan pasar, tetapi pihaknya optimis harganya bisa stabil hingga Ramadan sampai Idul Fitri nanti. Namun, yang diharapkan oleh pihaknya pedagang akan mendapatkan keuntungan lebih bukan dikarekan adanya kenaikan harga, tetapi keuntungan tersebut bisa didapat dari kelebihan pasokan, jika harga kebutuhan pokok melambung sudah dipastikan masyarakat akan "menjerit" sehingga ke depannya harga tidak stabil.
Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat walaupun saat ini sudah ada beberapa komiditi kebutuhan pokok yang harganya naik agar tidak panik, yang menyebabkan banyak warga yang membeli barang dengan jumlah berlebih untuk stok selama Ramadan hingga lebaran nanti yang akibatnya persediaan barang di pasar menipis dan harga akan cenderung naik jika pasokannya kurang dari permintaan.
"Kami menjamin seluruh persediaan kebutuhan pokok masyarakat akan tetap tersedia dan harganya pun stabil hingga lebaran, asalkan jangan ada aksi borong masal barang kebutuhan pokok tersebut. Karena sudah menjadi hukum ekonomi, dimana permintaan meningkat tetapi pasokan stagnan dan persediaan menipis yang menyebabkan naiknya harga suatu barang," kata politis PKS tersebut.
Gebernur: Harga cabe di Sukabumi terlalu rendah
Sabtu, 21 Juni 2014 12:56 WIB
Cabe Rawit Merah (Foto Antara/ Widodo S Jusuf)
