Jakarta (ANTARA) - PT Bumibaru Indonesia Jaya mencatat produksi lebih dari 307 ton komoditas pertanian dari lahan terdegradasi yang dikelola perusahaan di Tangkiling, Kalimantan Tengah, sepanjang 2025.
Produksi tersebut terdiri atas pisang kepok, nanas madu, dan semangka yang dibudidayakan di area pengelolaan seluas 16 hektar yang mulai dikembangkan sejak September 2023.
Berdasarkan Annual Report 2025 perusahaan, sekitar 8-9 hektar dari total area tersebut telah dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Lahan yang ditanami meliputi 4,2 hektar tanaman pisang, 0,75 hektar nanas, dan 3,2 hektar semangka yang dikelola melalui kemitraan dengan petani lokal.
Lahan yang dikembangkan merupakan lahan dengan kategori terdegradasi berat atau severely degraded land dengan kandungan pasir mencapai 94 persen akibat hilangnya tutupan vegetasi alami.
Kondisi tersebut menyebabkan tanah memiliki kemampuan menyimpan air yang rendah sehingga sulit dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian secara konvensional.
CEO Bumibaru Ramavito Mountaino mengatakan perusahaan menerapkan pendekatan restorasi tanah dan pertanian regeneratif untuk mengembalikan produktivitas lahan yang sebelumnya tidak produktif.
"Lahan yang terlihat mati bukan berarti tidak bisa menghasilkan. Yang dibutuhkan adalah pendekatan pengembangan yang tepat," ujar Ramavito.
Menurut dia, proses restorasi dilakukan melalui perbaikan kualitas tanah menggunakan kombinasi mineral, bahan organik, dan pemulihan unsur hara, serta pembangunan kembali ekosistem biologis tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil sekitar delapan bulan setelah intervensi awal dilakukan yang ditandai dengan panen perdana dari komoditas yang ditanam.
Selain menghasilkan komoditas pertanian, pengembangan lahan tersebut juga menciptakan peningkatan nilai lahan (value uplift) sebesar Rp198,25 juta per hektar.
Perusahaan menilai capaian tersebut menunjukkan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari lahan yang sebelumnya tidak produktif sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan terdegradasi sebagai sumber pertumbuhan sektor pertanian.
Pemanfaatan lahan terdegradasi dinilai menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan lahan produktif di tengah kebutuhan pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan yang terus meningkat.
Saat ini Bumibaru mengembangkan model pengelolaan lahan yang mencakup asesmen awal, restorasi tanah hingga operasional perkebunan dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.
Ke depan, perusahaan menargetkan restorasi dan pengembangan satu juta hektar lahan terdegradasi di Indonesia yang akan difokuskan pada komoditas bernilai ekonomi, termasuk kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Ramavito menilai optimalisasi lahan terdegradasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026