Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan mendukung pertumbuhan ekonomi di desa.

Menurut keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Rabu, hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari ini.

"Makan bergizi gratis ini konsepnya adalah sangat sederhana, bahwa kenyataan kita menemukan bahwa sebagian dari anak-anak kita tiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi. Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergizi," kata Prabowo.

Kepala Negara menjelaskan bahwa kekurangan gizi pada anak dapat berdampak pada tumbuh kembang dan kemampuan mereka dalam mencapai potensi secara optimal.

Kondisi tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah dengan angka kekurangan gizi yang cukup tinggi.

Baca juga: Presiden Prabowo berdialog dengan pengurus OSIS SMPN 111 Jakarta

Presiden menyoroti masih ada daerah dengan lebih dari 20 persen, mendekati 30 persen, anak-anaknya mengalami kekurangan gizi. Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab stunting.

Prabowo menuturkan bahwa dampak kekurangan gizi tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga dapat membatasi kesempatan anak-anak untuk berkembang di bidang pendidikan maupun pekerjaan pada masa mendatang.

Pengalaman tersebut, menurut Presiden, ditemuinya secara langsung saat berinteraksi dengan masyarakat di berbagai daerah.

"Artinya, satu, dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia sebagai manusia normal, berarti kemampuan dia di bawah normal. Berarti yang kita menemukan dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah. Bahkan mungkin dia tidak bisa mengganti pekerjaan bapaknya sebagai petani, sebagai buruh harian atau sebagai nelayan," ujar Prabowo.

Baca juga: Kepala BGN komitmen tingkatkan standar SPPG sesuai arahan Presiden Prabowo

Oleh karena itu, Presiden menekankan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) dan program MBG memiliki peran strategis dalam mendukung kelompok masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kualitas generasi penerus bangsa.

Dengan sejumlah negara maju telah menerapkan program serupa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusianya.

Selain manfaat di bidang kesehatan dan pendidikan, Presiden menambahkan program MBG akan memberikan dampak ekonomi yang luas hingga ke tingkat desa.

Melalui operasional dapur-dapur MBG, hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal dapat terserap sehingga turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau dapur-dapur berhasil, kalau program-program ini berjalan dengan benar, berarti ekonomi di desa akan hidup, petani-petani akan meningkat penghasilannya, dia tidak akan diganggu oleh tengkulak, dia bisa mendapat suatu jaminan, produknya, hasil keringatnya bisa diserap, bisa dibeli, dan dia bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik," tutur Presiden.

Baca juga: Presiden Prabowo ungkap 1.000 SPPG diberhentikan sementara

Presiden meyakini pelaksanaan program MBG secara optimal akan menjangkau puluhan juta penerima manfaat serta membuka jutaan lapangan pekerjaan baru.

Prabowo meyakini bahwa program tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

"Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta (jiwa), 83 juta sampai 85 juta, 30 ribu dapur berjalan dengan benar dan baik, kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan, 3 juta lapangan kerjaan. Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil," kata Prabowo Subianto.



Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026