Kota Bogor, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan gerakan pangan murah (GPM) sebagai sarana mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar naik kelas usahanya sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai membuka GPM di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jabar, Selasa, mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk membeli produk UMKM lokal guna memperkuat perekonomian daerah.

Menurut Jenal, berbagai komoditas pangan yang dihasilkan UMKM Kota Bogor, seperti beras, daging, dan buah-buahan, memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

"Produk-produk UMKM Kota Bogor tidak kalah kualitasnya. Karena itu, saya mengajak ASN untuk membeli dan mendukung produk lokal agar para pelaku usaha bisa naik kelas," katanya.

Baca juga: DPRD Kota Bogor apresiasi Polda Jabar dan Polresta Bogor Kota gelar Gerakan Pangan Murah

GPM yang berlangsung pada 2-3 Juni 2026 itu digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam rangka menyukseskan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 serta menyambut Road to Karya Kreatif Jawa Barat 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan.

Jenal mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi DKPP Kota Bogor dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat dan sejumlah pihak lainnya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah.

"GPM ini bisa menjadi alternatif belanja yang membantu masyarakat di tengah kondisi harga sembako yang belum stabil. Semoga kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan juga di kecamatan atau kelurahan lainnya," ujarnya.

Baca juga: Bantu ringankan masyarakat, Pemkot Bogor gelar Gerakan Pangan Murah ke-82

Sementara itu, Sekretaris DKPP Kota Bogor Wina mengatakan GPM merupakan bentuk komitmen Pemkot Bogor dalam menyediakan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah.

Ia menjelaskan pelaksanaan GPM tidak hanya bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pangan, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara produsen dan konsumen melalui pemasaran produk-produk lokal.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Siti Muaropah menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan GPM sebagai salah satu rangkaian kegiatan HJB ke-544.

Baca juga: Pemkot Bogor gelar gerakan pangan murah jaga kestabilan harga pangan

Menurut dia, Bank Indonesia Jawa Barat saat ini tengah menginisiasi proyek percontohan GPM digital yang diharapkan dapat memperlancar distribusi pangan dan menekan biaya logistik.

"Terkait GPM, Bank Indonesia Jawa Barat saat ini sedang menginisiasi pilot project GPM digital bekerja sama dengan berbagai pihak. Harapannya, distribusi pangan dapat berjalan lebih lancar tanpa adanya tambahan biaya angkut," kata Siti.

Selain menyediakan pangan murah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan ikan nila kepada 30 keluarga berisiko stunting di Kelurahan Sempur. Ikan nila yang dibagikan berasal dari hasil produksi bioflok Kawasan Agroeduwisata DKPP Kota Bogor.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026