Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memastikan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas berjalan dengan humanis serta mengedepankan dialog panjang bersama para pedagang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penertiban PKL di Cicadas rampung pada Selasa (19/5) dini hari dan selanjutnya Pemkot Bandung akan melanjutkan penataan serupa ke ruas Jalan Cipadung.

“Bahkan, pembongkaran lapak dilakukan secara mandiri oleh para PKL setelah tercapai kesepakatan bersama. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” kata Farhan di Bandung, Kamis.

Menurutnya, pendekatan komunikasi menjadi kunci utama keberhasilan penataan kawasan Cicadas. Sejak awal memilih jalan dialog dibanding langkah represif agar proses berjalan kondusif dan tetap menjaga kepentingan masyarakat kecil.

“Kalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama, tapi hasilnya lebih baik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan dirinya secara langsung memantau perkembangan penataan kawasan tersebut hampir setiap pekan. Bahkan, hingga Selasa (19/5) subuh, ia masih berada di lapangan untuk memastikan proses berjalan tuntas bersama gabungan organisasi perangkat daerah.

“Setelah pembongkaran selesai, fokus berikutnya adalah pembenahan infrastruktur dasar, terutama sistem drainase yang selama ini terganggu, karena tertutup bangunan dan lapak PKL,” kata dia.

Farhan menjelaskan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung akan segera membuka akses kontrol bak drainase agar aliran air kembali normal dan kawasan Cicadas terbebas dari persoalan genangan.

“Drainase akan diperbaiki dulu, karena banyak kontrol bak yang tertutup. Itu yang sekarang dibenahi,” kata dia.

Pemkot Bandung juga menyiapkan konsep penataan baru bagi kawasan tersebut. Farhan menyebut para PKL nantinya tetap bisa berusaha di lokasi yang sama, namun dengan model bisnis dan tata kelola yang berbeda agar lebih tertib dan nyaman.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam proses penataan kawasan Cicadas. Menurutnya, dorongan dari Gubernur Jawa Barat turut memperkuat langkah penataan yang selama ini berjalan bertahap.

“Alhamdulillah, dibantu oleh Pak Gubernur. Jadi, ada dorongan tenaga yang sangat kuat dari Pak Gubernur,” tuturnya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026