Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja di pedagang kaki lima (PKL) liar, khususnya di kawasan Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, guna menekan timbunan sampah dan menjaga ketertiban kawasan.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kota Bogor, Jumat, mengatakan masyarakat diharapkan berbelanja di pasar-pasar tradisional resmi yang telah disediakan, bukan di pasar tumpah atau PKL yang berjualan di atas pedestrian maupun saluran air.
“Saya larang aktivitas PKL di Jalan Pedati. Intinya, Pemkot tidak melarang berjualan selama memenuhi aturan dan ketentuan, tidak melanggar, serta sampahnya tidak dibuang sembarangan dan ketertiban serta kebersihan dijaga,” kata Dedie.
Ia menegaskan, keberadaan PKL liar di atas trotoar dan drainase tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga memicu peningkatan volume sampah di kawasan tersebut.
Menurut dia, setelah dilakukan penertiban, kondisi Jalan Pedati yang berada di kawasan Jalan Surya Kencana kini jauh lebih bersih dan tertata dibanding sebelumnya.
Dedie menyebut timbunan sampah di Jalan Pedati yang sebelumnya mencapai 20 ton kini berhasil ditekan menjadi sekitar 8 ton setelah aktivitas PKL liar mulai berkurang.
Untuk mendukung penataan tersebut, para PKL yang sebelumnya berjualan di lokasi itu telah diajak untuk menempati Pasar Jambu sebagai lokasi usaha yang lebih tertib dan legal.
“PKL yang sebelumnya ada telah kami ajak untuk menempati Pasar Jambu, dan mereka setuju. Secara bertahap, kami juga memberikan insentif,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor juga meminta masyarakat untuk ikut mendukung kebijakan tersebut dengan mengubah kebiasaan berbelanja ke pasar resmi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan kebersihan dan kemacetan.
Selain itu, Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor tengah menyiapkan kemudahan akses angkutan kota agar penumpang dapat naik dan turun di area pasar.
Langkah tersebut dilakukan agar konsumen lebih mudah menjangkau pasar tradisional dan para pedagang dapat berjualan dengan nyaman, sehingga penataan kawasan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026