Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan larangan bagi masyarakat untuk membawa bayi ke lokasi Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang akan digelar di Kota Bandung pada Sabtu (16/5) malam, demi alasan keselamatan dan kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menyarankan ibu menyusui agar tidak memaksakan diri hadir di lokasi kirab yang diprediksi akan menyedot ribuan massa, melainkan cukup memantau kemeriahan melalui kanal YouTube Pemprov Jabar.

"Kami harapkan ketertiban dari masyarakat. Barang bawaan seperti ponsel harus dijaga agar tidak hilang. Persiapkan stamina, makan, dan istirahat yang cukup sebelum menonton," kata Herman di Bandung, Jumat.

Baca juga: Ribuan warga padati jalan saksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang

Kirab sepanjang 3,5 kilometer ini dijadwalkan dimulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB. Jalur utama mulai dari Kiara Artha Park, Jalan Jakarta, Jalan Supratman, hingga berakhir di Gedung Sate (Jalan Diponegoro) akan mulai ditutup total sejak pukul 18.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Dhani Gumelar, menyatakan sedikitnya dikerahkan 600 petugas gabungan dari kepolisian, Dishub, dan Satpol PP untuk mengamankan pergerakan massa dan arus lalu lintas.

"Kantong parkir akan tersebar di beberapa lokasi, yang utama itu di seputaran Gedung Sate, Kantor Inspektorat, DPRD Jabar, Masjid Pusdai, Bank Mandiri, dan Monumen Perjuangan," ujar Dhani.

Baca juga: Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda di Bogor

Selain pengaturan lalu lintas, Pemprov Jabar telah melakukan pembersihan spanduk liar serta penataan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang rute guna memastikan keindahan kota. Trotoar pun dipercantik untuk kenyamanan penonton.

Meski ambulans dan tenaga medis telah disiagakan di berbagai titik, Herman tetap mengingatkan pengunjung untuk waspada terhadap potensi berbagai kerawanan di tengah kerumunan massa yang masif.

"Kami siapkan ambulans dan tenaga medis di lokasi kirab. Masyarakat diimbau menjaga keamanan diri dan barang bawaan masing-masing," tutur Herman.



Pewarta: Ricky Prayoga
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026