Depok (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Jawa Barat memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dan menghindari penyakit campak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Mayori di Depok, Senin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan sejumlah pencegahan agar tidak tertular penyakit campak.
Ia menjelaskan penyakit campak menyebar melalui droplet di udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Sedangkan gejalanya ditandai dengan demam tinggi disertai ruam kemerahan di kulit yang disebabkan oleh virus campak (Morbilivirus).
Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menerapkan etika batuk dan bersin.
"Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker jika sudah merasakan tanda gejala awal penyakit campak," jelasnya.
Devi mengatakan masyarakat juga perlu mengecek status imunisasi campak sesuai jadwal imunisasi yaitu, imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD. Dalam hal ini, jika imunisasi campak belum lengkap dapat melakukan imunisasi kejar di Posyandu.
Lebih lanjut, Devi menegaskan kepada masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam dan ruam. Selain itu juga melakukan isolasi mandiri jika didiagnosis suspek campak.
"Mudah-mudahan kita semua terhindar dari penyakit berbahaya ini. Tetap waspada jaga kesehatan, jaga kebersihan serta imunisasi rutin menjadi langkah utama pencegahan campak," ujarnya.
Devi menjelaskan di Kota Depok sendiri jumlah kasus suspek campak pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.365 kasus.
Dari jumlah tersebut sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Baca juga: DPRD Tangerang minta Dinkes harus masifkan vaksinasi campak cegah penularan
Baca juga: 8.716 kasus campak hingga minggu ke-9 2026, Kemenkes gencarkan imunisasi
Pewarta: Feru LantaraEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026