Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT AKR Corporindo Tbk memperkuat tata kelola penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Tertentu (JBT) solar subsidi agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sehingga bisa menumbuhkan perekonomian daerah.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis, mengutarakan sinergi akan terus dilakukan agar penyaluran BBM subsidi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan memacu roda perekonomian.
“Kita terus memperkuat dan memperkokoh kinerja AKR sebagai badan usaha pelaksana penugasan BBM agar lebih baik, mendukung swasembada energi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat hingga pengembangan di wilayah-wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” kata Wahyudi dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) di Samarinda, Kalimantan Timur.
Peningkatan kinerja dan kolaborasi dengan badan usaha ini, kata Wahyudi, dilakukan melalui evaluasi menyeluruh, mulai dari tata kelola, ketersediaan stok, mekanisme distribusi, hingga validasi penyaluran kepada konsumen.
“Kita lakukan perbaikan, sinergi, serta penguatan integrasi data agar lebih kuat, andal, serta memudahkan verifikasi dan validasi data setiap bulan atau triwulan yang dilaporkan kepada Kementerian Keuangan,” katanya.
Di samping itu, pengawasan bersama antara BPH Migas dan AKR juga akan terus dilakukan. Wahyudi mengatakan hal itu bertujuan untuk menjaga tata kelola penugasan pemerintah dalam penyediaan dan pendistribusian BBM subsidi sehingga menjadi semakin akuntabel.
“Kami tetap mendorong transparansi data dan pelaporan hingga di titik akhir distribusi dapat terus kita jaga bersama,” kata Wahyudi.
Di kesempatan yang sama, Deputy Chief Executive Officer (CEO) AKR Corporindo Merry Sofi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan panduan BPH Migas dalam pelaksanaan Penugasan, Penyediaan dan Pendistribusian JBT (P3JBT). Ia menilai sinergi tersebut penting untuk menjaga ketepatan distribusi kepada konsumen yang berhak.
“Harapannya sinergi ini bisa terus ditingkatkan untuk membangun kinerja bersama dalam monitoring dan distribusi P3JBT kepada konsumen yang membutuhkan dengan tepat sasaran. Masyarakat terlayani, dan barang (BBM) yang didistribusikan adalah barang yang sesuai,” kata dia.
FGD ini turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Erika Retnowati, Fathul Nugroho, Harya Adityawarman dan Hasbi Anshory.
Turut hadir juga Direktur BBM BPH Migas Soerjaningsih serta jajaran direksi AKR Corporindo, yaitu Finance Director Ten Murti Tiban, Commercial Director Johnny Sutanto, Assistant to Deputy CEO Samuel Adikoesoemo, Deputy Tax & Accounting Melyati Yuwono, Deputy Network & Operations Yuwono Ongkowijoyo, dan Head of Branch Kalimantan Timur Ferry Halim.
Baca juga: BPH Migas dorong Pertamina perkuat ketersediaan serta distribusi BBM
Baca juga: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas pergoki truk terindikasi selewengkan BBM subsidi
Pemantauan Terminal Tank dan SPBKB
Pada Selasa (10/02), BPH Migas juga meninjau Terminal Tank Palaran di Samarinda dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (SPBKB) milik AKR Corporindo.
Terminal Palaran merupakan salah satu terminal BBM milik PT AKR Corporindo Tbk yang menyuplai kebutuhan BBM di Samarinda dan sekitarnya di Provinsi Kalimantan Timur.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi solar subsidi berjalan normal, termasuk proses blending (pencampuran) untuk Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menjadi Biodiesel 40 (B40) sebelum disalurkan ke masyarakat.
“Kegiatan ini dalam rangka memastikan penyaluran BBM subsidi jenis solar tepat waktu dan tepat sasaran. Tadi kami juga mengunjungi terminal tank AKR Palaran sebagai salah satu tempat penyimpanan BBM milik AKR yang terdapat proses blending untuk Fatty Acid Methyl Ester sampa jadi B40 yang siap disalurkan kepada masyarakat,” kata Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto.
Saat mengunjungi SPBKB, menurut BPH Migas, kondisi penyaluran BBM subsidi di SPBKB Kutai Kertanegara berjalan dengan normal dan tidak terjadi antrean. Khusus untuk penyaluran JBT Solar, operator telah melaksanakan proses transaksi sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.
Dalam pemantauan ini turut hadir Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Erika Retnowati, Fathul Nugroho, dan Hasbi Anshory didampingi oleh Commercial Director AKR Corporindo Johny Sutanto dan Deputy Network & Operations AKR Corporindo Yuwono Ongkowijoyo.
