Kota Bogor (ANTARA) - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kreatif di Kota Bogor, Jawa Barat, dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat strategi pemasaran dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Pembekalan tersebut dilakukan melalui workshop Balai Kreatif-Belajar Adopsi Literasi AI untuk Pelaku Usaha Kreatif yang digelar Reka Bogor berkolaborasi dengan Jobstreet by Seek Indonesia di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Minggu.

Ketua Reka Bogor Georgian Marcello di Bogor, Minggu, mengatakan AI perlu dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan daya saing usaha, bukan sebagai ancaman.

“Menurut saya AI adalah tools yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan usaha kita. Mulai dari sisi digital marketing sampai urusan HR,” ujar Georgian.

Baca juga: BRINS gandeng Perumda PPJ Kota Bogor beri asuransi mikro pedagang pasar

Ia menegaskan dalam ekosistem bisnis kreatif yang kompetitif, pertanyaan saat ini bukan lagi perlu atau tidak menggunakan AI, melainkan siapa yang lebih cepat beradaptasi.

Dalam sesi rekrutmen, Head of Partnership Jobstreet by Seek Indonesia Eka Kurniawan memaparkan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan metode konvensional dalam merekrut tenaga kerja dan belum optimal memanfaatkan teknologi.

Padahal, menurut dia, UMKM merupakan penyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Tantangan utama bukan hanya mencari kandidat, tetapi menemukan kandidat yang sesuai kebutuhan usaha.

Jobstreet by Seek Indonesia menawarkan solusi rekrutmen berbasis AI untuk membantu proses attract, search, and match kandidat.

Baca juga: IWAPI Bogor Utara dan Telkom asah public speaking UMKM

Platform tersebut memiliki lebih dari 20 juta kandidat terdaftar dan lebih dari satu juta iklan lowongan setiap tahun di Indonesia, dengan fitur estimasi kandidat “high-fit”, penargetan eksklusif, serta pemeriksaan referensi terintegrasi.

Selain rekrutmen, workshop juga membahas pemanfaatan AI dalam strategi pemasaran melalui materi Digital Marketing 5.0 yang disampaikan Business Development Lead Terra AI Muhammad Faras Ramadhan.

Menurut Faras, AI dapat membantu UMKM kreatif menghemat waktu dan biaya sekaligus meningkatkan daya saing terhadap brand besar.

“Teknologi tidak menggantikan kualitas produk, melainkan mempercepat penyampaiannya ke pasar,” kata Faras.

Baca juga: Pemkot Bogor gelar Balkot Ramadhan Fest 2025 dukung eksistensi produk UMKM

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada berbagai perangkat AI seperti ChatGPT, Gemini, Canva, CapCut, hingga Google Analytics sebagai bagian dari ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan untuk penyusunan konten, perancangan visual, hingga analisis performa pemasaran.

Melalui studi kasus produk “Kopi Gula Liong Bulan”, peserta diajak mempraktikkan penyusunan prompt, perencanaan konten, serta produksi materi visual komersial secara lebih efektif.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Reka Bogor untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif agar adaptif terhadap perubahan teknologi, sekaligus memperkuat daya saing UMKM kreatif Kota Bogor di era ekonomi digital.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026