Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktiksaintek) Brian Yuliarto meresmikan penggunaan penuh gedung Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan nasional terintegrasi.
Mendiktisaintek Brian dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat mengatakan RS Unhas merupakan rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Unhas yang saat ini berstatus Rumah Sakit Tipe B dengan kapasitas 414 tempat tidur.
RS ini, kata dia, berperan strategis dalam pelayanan kesehatan rujukan, pendidikan tenaga medis, serta pengembangan riset dan inovasi kesehatan.
Dalam sambutannya, Brian menegaskan RS Unhas memiliki peran penting sebagai wahana pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, RS Unhas diharapkan menjadi contoh integrasi layanan kesehatan dengan pendidikan tinggi dan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Unhas sediakan daya tampung SNPMB 2026 sebanyak 11.623
“Rumah sakit universitas seperti RS Unhas harus menjadi ruang pembelajaran, ruang inovasi, dan ruang pengabdian. Di sinilah pendidikan, riset, dan layanan kesehatan bertemu untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian.
Gedung RS Unhas yang diresmikan itu dibangun melalui dukungan KfW Development Bank dengan nilai pendanaan sekitar USD 32 juta atau setara Rp500 miliar, yang mencakup pembangunan fisik, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan sistem layanan.
Gedung tersebut telah diserahterimakan pada Januari 2023 dan kini resmi digunakan secara penuh.
Direktur Utama RS Unhas Andi Muhammad Ichsan menyampaikan RS Unhas tidak hanya melayani masyarakat Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan dan pembina bagi rumah sakit di Sulawesi Barat hingga Papua.
Sepanjang tahun 2025, ia mengatakan RS Unhas mencatat 178.000 kunjungan rawat jalan, 9.995 pasien rawat inap, 10.400 kunjungan IGD, serta 5.700 tindakan operasi.
Baca juga: Unhas ingatkan siswa dan masyarakat jangan tergiur janji oknum saat SNPMB
Di bidang pendidikan, lanjutnya, RS Unhas setiap tahunnya mendidik sekitar 8.200 calon dokter dan dokter spesialis hingga subspesialis, termasuk mahasiswa internasional.
RS Unhas juga didukung oleh 214 dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang berpraktik sebagai tenaga medis, terdiri atas profesor, konsultan, subspesialis, dan spesialis.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan komitmen kampus yang dipimpinnya untuk terus mengembangkan layanan kesehatan terpadu yang profesional dan berkelanjutan.
Pengembangan RS Unhas diarahkan untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan pengelolaan yang akuntabel, serta disinergikan dengan penguatan sumber daya manusia dan teknologi.
“Universitas Hasanuddin berkomitmen mengembangkan RS Unhas sebagai bagian dari layanan strategis universitas, dengan target yang terukur, pengelolaan yang sehat, dan dukungan penuh terhadap pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Jamaluddin Jompa.
