Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan dua pesan strategis dalam Rakernas Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), yakni peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta optimalisasi pemanfaatan teknologi.

“Dalam manajemen modern, semakin maju sebuah institusi, justru biaya operasionalnya semakin kecil. Karena itu kita perlu meng-upgrade SDM dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menag menilai dua hal tersebut krusial untuk mewujudkan tata kelola birokrasi Kementerian Agama (Kemenag) yang efisien dan berdampak bagi masyarakat.

Menurut Menag, tantangan kelembagaan ke depan menuntut perubahan cara berpikir dalam pengelolaan organisasi pemerintah. Modernisasi birokrasi, kata dia, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM dan pemanfaatan teknologi secara maksimal.

Menag juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran agar belanja organisasi tidak terserap untuk biaya rutin semata, melainkan mampu menghasilkan output dan outcome yang nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Universitas Al-Azhar bersedia kirim dosen dan ahli bahasa Arab ke Indonesia

“Kementerian yang produktif itu bukan yang besar biaya operasionalnya, tetapi yang kecil pengeluarannya dan besar dampaknya,” kata Menag Nasaruddin Umar. Selain aspek tata kelola, Menag mengingatkan BMBPSDM agar peka membaca dinamika sosial-keagamaan di masyarakat, termasuk isu ekonomi umat, ketahanan keluarga, serta perubahan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, potensi keumatan sangat besar jika dikelola secara proaktif dan inovatif.

“Kalau kita proaktif dan berpikir out of the box, pundi-pundi keumatan itu sangat besar dan bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” ujar Menag Nasaruddin Umar.. Ia juga meminta BMBPSDM tidak hanya melaporkan capaian seremonial, tetapi aktif menyampaikan persoalan riil yang dihadapi masyarakat sebagai bahan perbaikan kebijakan.

Baca juga: Menteri Agama RI napak tilas sejarah perjuangan bangsa di Pulau Banda, Maluku

“Saya ingin badan ini rajin menyetor persoalan kepada menteri, bukan hanya menyetor kebaikan. Karena dari persoalan itulah kebijakan bisa diperbaiki,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Sementara itu Kepala BMBPSDM Kemenag Muhammad Ali Ramdhani menegaskan seluruh program kerja BMBPSDM harus berpijak pada penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai ruh utama kebijakan. Ia menyebut arah program Kemenag bertumpu pada tiga kata kunci yakni rukun, maslahat, dan cerdas.

“Ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan tidak boleh sekadar selera kita, tetapi harus memberikan makna yang kuat terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dari seluruh perspektif kehidupan bangsa,” kata Ali Ramddhani.

Menurutnya, berbagai program prioritas Kemenag, seperti penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, ekoteologi, pelayanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul dan ramah, penguatan ekonomi umat berbasis filantropi, pemberdayaan pesantren dan rumah ibadah, hingga digitalisasi layanan, harus mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.

 



Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026