Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya mitigasi terhadap dampak cuaca ekstrem serta potensi bencana hidrometeorologi."
Dukungan BNPB dalam dua sorti penerbangan tambahan dengan total 2.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) sangat penting untuk mengoptimalkan upaya mitigasi hujan lebat," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BNPB, BMKG, dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode OMC untuk memastikan efektivitas mitigasi cuaca ekstrem.
"Pelaksanaan OMC hari kelima ini dilakukan secara terencana dan berdasarkan pemantauan meteorologi terkini," ujarnya.
Baca juga: Banjir merendam ribuan rumah 26 desa di Karawang
Pelaksanaan OMC hari kelima ini dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta, penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki dengan bahan semai 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl).
Strategi ini, kata dia, bertujuan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta agar presipitasi dapat terkonsentrasi di laut.
Sementara sorti kedua, lanjut Isnawa, difokuskan pada wilayah "overhead" Kabupaten Bogor. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan, sehingga intensitas hujan yang bergerak menuju Jakarta dapat ditekan.
Sorti ketiga dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian di wilayah "overhead" Selat Sunda. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki menggunakan 800 kilogram NaCl.
"Sorti ini juga bertujuan untuk meluruhkan awan hujan dan mengarahkan presipitasi agar terkonsentrasi di perairan, mengurangi risiko hujan lebat di daratan Jakarta," kata Isnawa.
Baca juga: Sebanyak 47 RT di Jakarta terendam banjir hingga Minggu sore
