Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan berhasil menyelamatkan lima nelayan yang terombang-ambing di laut usai kapal para pencari ikan itu mengalami kerusakan mesin.
Kepala BPBD Makassar Muhammad Fadli di Makassar, Jumat, mengatakan, lima orang nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Peristiwa itu bermula dari laporan warga yang masuk ke BPBD Kota Makassar, terkait sebuah kapal nelayan yang mengalami gangguan mesin di tengah laut," ujarnya.
Muhammad Fadli yang mengetahui adanya laporan warga kemudian memerintahkan TRC BPBD Makassar untuk menuju lokasi dan menyelamatkan para nelayan tersebut.
Baca juga: Tiga nelayan diselamatkan setelah empat hari terombang-ambing di laut akibat kapal alami kebocoran
Ia menjelaskan, pada operasi pencarian dan penyelamatan dimulai pada Kamis (1/1) sekitar pukul 19.30 WITA. Proses pencarian berlangsung cukup menantang karena dilakukan pada malam hari dengan kondisi ombak laut yang tinggi serta jarak pandang yang terbatas.
Namun, berkat koordinasi yang baik, pengalaman, serta kesiapsiagaan personel, tim berhasil menemukan kapal nelayan yang mengalami kerusakan dan mengevakuasi seluruh penumpangnya.
"Kelima nelayan tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan selamat, kemudian dibawa ke daratan Kota Makassar. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini," katanya.
Fadli menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen BPBD dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan perlindungan masyarakat.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Dalam situasi darurat, negara harus hadir. BPBD Kota Makassar akan selalu siap bergerak kapan pun dan dalam kondisi apa pun untuk melindungi masyarakat," terangnya.
Fadli mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar lebih waspada sebelum melaut. Ia menekankan pentingnya memantau kondisi cuaca serta memastikan kelayakan kapal dan mesin guna menghindari kejadian serupa.
"Kami mengajak para nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat, serta segera melapor apabila mengalami keadaan darurat di laut," imbuh Fadli.
BPBD Kota Makassar, memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, kapasitas personel, serta respons cepat dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan.
"Khususnya di wilayah pesisir dan perairan, sebagai bagian dari upaya perlindungan keselamatan warga," ucap Fadli.
Adapun lima nelayan yang berhasil diselamatkan yakni, Muh. Ruslan Kadir (58), warga Jalan Maccini Gusung;
Nasir (58), warga Jalan Lure; Subhan (56), Abdullah (25) dan Dwi (31) yang ketiganya juga warga Maccini Gusung.
