Cirebon (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) membangun dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet Cirebon, Jabar, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Setiawan di Cirebon, Senin, mengatakan pembangunan dua SPPG tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di lingkungan Ponpes Buntet.
Ia menuturkan pembangunan SPPG ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat berkunjung ke pesantren tersebut.
“Hari ini kita melaksanakan groundbreaking untuk dua SPPG di Kabupaten Cirebon, khususnya di Pesantren Buntet,” katanya.
Baca juga: Menko pangan pastikan standar higienitas dapur MBG Jabar terjaga
Menurut dia, pendirian SPPG tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung penuh program strategis pemerintah, termasuk Program MBG.
“Polri selalu bersemangat melaksanakan seluruh program Bapak Presiden, salah satunya melalui pendirian SPPG ini,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan SPPG Polri di Jabar dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Dua dapur SPPG yang dibangun di Ponpes Buntet Cirebon diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 4.000 penerima dan beroperasi pada Februari 2026.
“Kurang lebih dari dua dapur ini ada sekitar 4.000 penerima manfaat. Semoga apa yang kita mulai hari ini dapat segera terwujud, operasional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Secara keseluruhan, kata Rudy, Polda Jabar menyiapkan sebanyak 60 SPPG Polri yang tersebar di berbagai daerah.
“Sebanyak 22 SPPG sudah beroperasi, 26 hari ini dilaksanakan groundbreaking, dan sisanya masih dalam tahap persiapan operasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon Aris Ni’amatullah menyambut baik pembangunan dua dapur SPPG tersebut.
Ia mengatakan Program MBG melalui SPPG Polri, akan menyasar siswa dan santri yang berada di bawah naungan YLPI Buntet Pesantren.
“Dari dua dapur ini, akan ada 4.000 siswa di bawah lembaga YLPI yang menerima manfaat. Satu dapur melayani sekitar 2.000 siswa,” katanya.
