Jakarta (ANTARA) - Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) berhasil mengurangi emisi sebesar 400.924 tCOe lewat penerapan inovasi REnPII–ENERSYNC yang mengoptimalkan operasi Gas Turbine Generator (GTG) di seluruh area kerja, serta integrasi pemanfaatan gas suar.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi, mulai dari pekerja lapangan hingga manajemen,” ujar Manajer Power & Gas Pabelokan Island PHE OSES Rosihan Anwar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Integrasi pemanfaatan gas suar berlangsung di Platform Widuri, Rama dan Pabelokan untuk diubah menjadi energi listrik yang mendukung sistem pembangkitan.
Baca juga: Kalbar ajak lingkungan hidup berkelanjutan
Selain itu, PHE OSES terus meningkatkan keandalan pembangkit dan optimalisasi penggunaan fuel gas, sekaligus memperkuat manajemen energi sesuai prinsip ISO 50001.
Berbagai program tersebut memberikan dampak operasional yang signifikan. Efisiensi energi menghasilkan penghematan fuel gas mencapai 582 juta standar kaki kubik (MMSCF) per tahun, atau setara dengan 614.379 GJ energi, serta penurunan emisi dari pembangkitan sebesar 105.494 ton CO₂e per tahun.
Tidak hanya itu, PHE OSES juga berhasil mencatat pengurangan biaya operasi dan pemeliharaan hingga Rp442 miliar per tahun, sekaligus meningkatkan volume gas yang dijual sebagai kontribusi terhadap pasokan energi nasional.
Baca juga: Menteri LH kerahkan pakar evaluasi bencana Sumatera
PHE OSES terus menyiapkan strategi untuk mempertahankan kinerja positif ini, di antaranya melalui penerapan sistem tata kerja REnPII sebagai standar evaluasi energi, digitalisasi pemantauan konsumsi energi dan emisi, ekspansi proyek flare recovery ke lapangan-lapangan lain, serta implementasi teknologi efisien seperti Permanent Magnet Motor pada pompa ESP dan peningkatan kapasitas PLTS di Pabelokan.
Upaya ini menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mendukung target nasional penurunan emisi.
“PHE OSES berkomitmen mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission 2060 melalui pengelolaan energi yang semakin cerdas, efisien, dan berkelanjutan,” ujar General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto.
