Yogyakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat pemulihan sosial masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara, melalui pendampingan psikososial dan trauma healing.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Yogyakarta, Jumat, mengatakan bahwa pemulihan psikologis menjadi bagian penting dalam fase tanggap darurat dan transisi menuju pemulihan.
BNPB bersama unsur terkait mendampingi pelaksanaan kegiatan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan penyaluran bantuan logistik dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Bencana banjir dan longsor di Sibolga berdampak pada empat kecamatan dan menyebabkan 54 orang meninggal dunia, satu orang hilang, serta 61 orang luka-luka.
Baca juga: Kapal Ganesha milik Basarnas tiba di Sibolga usai lima hari berlayar dari Jakarta
