Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengebut realisasi program pembangunan infrastruktur tambahan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.
Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan separo pekerjaan fisik tambahan tahun 2025 telah dituntaskan per akhir November sebagai komitmen menjaga optimalisasi kinerja pada area pelaksanaan pembangunan daerah.
"Anggaran tersebut sudah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Kami menargetkan seluruh program dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kabupaten Bekasi," katanya di Cikarang, Selasa.
Baca juga: Bekasi normalisasi sungai dan irigasi untuk swasembada pangan
Baca juga: Pemkab Bekasi prioritaskan penanganan longsor Jembatan Cipamingkis
Ia menjelaskan pada alokasi APBD Perubahan tahun berjalan, Disperkimtan fokus pada peningkatan infrastruktur drainase di lingkungan permukiman warga serta pembangunan jalan lingkungan.
Memasuki bulan terakhir 2025, menurut dia, progres pekerjaan telah mencapai 50 persen, sementara sisa pekerjaan sudah berjalan dan terus dikebut agar bisa tuntas dalam satu atau dua pekan ke depan.
"Untuk program pembangunan fisik anggaran perubahan, sudah ada tiga sampai empat kegiatan yang selesai. Di bidang permukiman ada dua, lalu dua di bidang PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) jadi (totalnya) ada empat," katanya.
Baca juga: Dinas Bina Marga Bekasi alokasikan anggaran Rp737 miliar bangun infrastruktur
Ia mengatakan sepanjang 2025, sekitar 1.200 meter saluran drainase telah diperbaiki, sedangkan perbaikan jalan lingkungan telah dilakukan sepanjang 1.500 meter.
"Jadi permukiman ini untuk drainase atau infrastruktur ada di permukiman atau di perkampungan. Untuk yang PSU itu drainase ataupun jalan ada di perumahan," katanya.
Chaidir mengaku untuk realisasi serapan APBD murni tahun anggaran 2025 telah mencapai 100 persen. Pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan serta drainase bertujuan meningkatkan akses perekonomian warga sekaligus meminimalisir potensi banjir, terutama karena Kabupaten Bekasi telah memasuki musim penghujan.
"Serapan anggaran APBD murni sudah 100 persen sedangkan kegiatan infrastruktur yang dibiayai APBD Perubahan terus dikebut dengan target selesai dalam waktu dekat. Mudah-mudahan di pertengahan Desember kita sudah selesai semua, baik drainase maupun jalan lingkungan," katanya.
