Sampang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur (Jatim), melanjutkan Program UHC (Universal Health Coverage) sebagai upaya untuk memperluas perlindungan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin dan kurang mampu di wilayah itu.
Bupati Sampang Slamet Junaidi di Sampang, Rabu mengatakan pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp56 miliar lebih dan telah mendapatkan persetujuan dari panitia anggaran DPRD Sampang.
"Anggaran sebesar ini memang sempat menjadi sorotan sebagian anggota parlemen, namun kami mampu menjelaskan bahwa program UHC ini merupakan program yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Bupati Slamet Junaidi.
Baca juga: Pemkab Pekalongan komitmen prioritaskan program UHC layanan kesehatan pada masyarakat
Baca juga: Cakupan kesehatan semesta di Sulbar 100 persen
Ia menuturkan saat ini pemerintah di berbagai tingkatan memang sedang berupaya melakukan penghematan penggunaan anggaran. Namun, lanjutnya, untuk Program UHC tidak bisa dilakukan efisiensi, karena selain sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, juga program tersebut merupakan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.
Secara terpisah, Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan mengatakan institusinya memang telah menyetujui usulan Program UHC yang diusulkan Pemkab Sampang dengan berbagai pertimbangan.
"Selain karena memang telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga karena telah ditetapkan sebagai program prioritas pemerintah di berbagai tingkatan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun di tingkat kabupaten," katanya.
Baca juga: Pemkab Bogor tingkatkan anggaran JKN hingga Rp895 miliar pada 2026 demi UHC 100 persen
Program UHC di Kabupaten Sampang pertama kali diluncurkan pada Agustus 2022 dengan cakupan kepesertaan mencapai 98 persen dari total jumlah penduduk di wilayah itu.
Kabupaten Sampang merupakan kabupaten pertama di Pulau Madura yang menerapkan cakupan kepesertaan semesta pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu, menyusul kemudian Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep.
