Sampang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur terus berupaya menekan banyaknya warga di kabupaten itu yang menjadi pekerja migran ilegal melalui tokoh informal.
"Pendekatan melalui tokoh informal, seperti kiai, dan tokoh masyarakat penting dilakukan, karena para tokoh ini memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat Sampang," kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Pemkab Sampang, Uriantono Triwibowo di Sampang, Jawa Timur, Minggu.
Ia menyebutkan pada kurun 2018 hingga 2022, jumlah pekerja migran ilegal asal kabupaten itu mencapai 2.300-an orang.
Dinas sejak Januari 2025 menggencarkan sosialisasi ke tiga kecamatan yang diketahui sebagai kantong pekerja migran, yakni, Kecamatan Karang Penang, Sokobanah, dan Kecamatan Ketapang.
Pola pendekatan yang dilakukan dengan melibatkan peran aktif tokoh informal, seperti kiai pengasuh pondok pesantren, dan tokoh masyarakat setempat.
Pada 2024, warga Sampang berangkat kerja ke luar negeri 220 orang dengan tujuan Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Jepang.
Baca juga: Tim gabungan KemenP2MI tangkap tiga calo PMI ilegal tujuan Qatar dan Saudi
Baca juga: Polri akan mendalami dugaan adanya pelaku TPPO dari 46 pekerja migran
Baca juga: Yonarmed 11 gagalkan penyelundupan 57 pekerja migran