Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan melanjutkan Operasi Perbantuan Pascabencana hingga hari ke-18 di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Sumatera.
Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Sabtu, Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian mengatakan operasi bantuan memfokuskan kegiatan pada pembersihan fasilitas umum dan rumah warga, serta dukungan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama hingga hari ke-18 ini, Manggala Agni kami kerahkan tidak hanya untuk pembersihan pascabanjir, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih hingga bantuan logistik," ujar Ferdian.
Kemenhut menyalurkan bantuan pipanisasi dan toren air untuk memulihkan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.
BKSDA Aceh turut memobilisasi bantuan logistik ke Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih juga terus dikejar. Di Aceh Tamiang, realisasi pembangunan sumur bor telah mencapai empat dari target 10 unit. Sementara di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pemenuhan air bersih telah terealisasi di 4 dari 16 nagari.
Di Sumatera Barat, Manggala Agni Daops Rengat dan Siak melanjutkan pembersihan drainase, fasilitas umum, dan rumah warga di kawasan Griya Permata II Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Sementara itu, di Sumatera Utara, Manggala Agni Daops Pematangsiantar melaksanakan pembersihan rumah warga di Parsingkaman, Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, sekaligus mendistribusikan bantuan dari Panitia Natal Kemenhut dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Dalkarhut Sumatera.
Baca juga: Kemenhut terima penyerahan 600 hektare lahan sawit di Taman Nasional Tesso Nilo
Baca juga: Kemenhut proses sejumlah usulan kawasan konservasi baru untuk satwa di Pulau Jawa
Baca juga: Kementerian Kehutanan cermati kawasan konservasi daerah terdampak bencana Sumatera
Pewarta: Prisca Triferna ViolletaEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026