Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat sirkulasi siklonik yang perlu diwaspadai, khususnya di Sumatera Utara dan Maluku.
Prakirawan BMKG Wahyu Anisa dalam siaran daring diikuti di Jakarta, Sabtu, menjelaskan sirkulasi siklonik tersebut terpantau di perairan barat Aceh yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di sekitarnya.
Kombinasi dinamika atmosfer ini, katanya, menyebabkan potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Sumatera Utara dan Maluku," kata dia.
Baca juga: Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan diguyur hujan lebat pada Jumat
Dia menjelaskan daerah konvergensi terpantau memanjang dari pesisir barat Sumatera Utara hingga Aceh.
Daerah konvergensi lain juga terbentuk di Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, serta Papua.
Dia menjelaskan kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang dilewati jalur konvergensi tersebut.
Untuk kota-kota besar di Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan disertai petir melanda Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, dan Banjarmasin, sedangkan hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Kota Medan.
Baca juga: BMKG imbau masyarakat waspadai hujan lebat di Jateng selatan hingga akhir April
Wilayah lainnya, seperti Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, hingga kota-kota di Pulau Jawa dan Pontianak, kata dia, berpotensi hujan ringan.
Di Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan mengguyur Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Ternate, Ambon, hingga wilayah Papua seperti Sorong, Nabire, Jayapura, dan Merauke.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir atau tanah longsor, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.