Jakarta (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam pemulihan trauma penyintas bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar), yakni Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT).
Penggagas IPLT sekaligus akademisi di bidang bimbingan dan konseling serta pendidikan neurosains Prof. Ifdil menyampaikan IPLT merupakan metode intervensi psikologis berbasis neurosains yang dikembangkan untuk membantu mereduksi trauma dan tekanan emosional pascabencana.
“IPLT adalah bentuk pemanfaatan iptek dalam konseling. Intervensi ini membantu otak mencapai kondisi regulasi yang lebih stabil sehingga individu lebih siap pulih, berpikir jernih, dan berfungsi optimal kembali,” kata dia dikutip di Jakarta, Rabu.
Diketahui, program tersebut dilaksanakan di beberapa wilayah terdampak yaitu Salareh Aia (Palembayan), Silayang (Agam), dan Koto Tinggi (Payakumbuh), dengan melibatkan dosen dan mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Baca juga: UNP kampus siaga bencana
Baca juga: Universitas Negeri Padang kembangkan desain kebijakan kelurahan tangguh bencana
Lebih lanjut Prof. Ifdil menyampaikan metode IPLT dirancang berdasarkan prinsip neurosains tentang kerja sistem saraf dan mekanisme regulasi emosi.
Melalui rangsangan cahaya terstruktur, pengaturan fokus persepsi, serta teknik relaksasi dan konseling terarah, kata dia, IPLT membantu penyintas menurunkan ketegangan psikologis yang muncul akibat pengalaman traumatik.
Pendekatan itu, kata dia, digunakan dalam sesi konseling individual, kelompok kecil, serta kegiatan psikososial berbasis komunitas. Anak-anak, remaja, orang tua, dan kelompok rentan, menjadi sasaran utama penerapan teknologi ini.
Baca juga: Universitas Negeri Padang kerja sama dengan hotel di Kuala Lumpur
Prof. Ifdil menyampaikan IPLT dikembangkan melalui riset panjang di bidang psikologi, konseling, dan neurosains pendidikan. Sebelum diterapkan di lapangan, tim UNP melakukan asesmen awal untuk memetakan kebutuhan psikososial penyintas. Sesi intervensi dilakukan secara bertahap dan dipadukan dengan pendidikan darurat inklusif serta penguatan resiliensi komunitas.
“Pemanfaatan teknologi dalam konseling bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi memperkuat efektivitas layanan. IPLT membantu penyintas merasa lebih tenang, aman, dan siap membangun harapan baru,” ujarnya.
Diketahui, sebagian peserta melaporkan penurunan kecemasan, meningkatnya rasa aman, dan kemampuan mengelola ketakutan, setelah mengikuti beberapa sesi intervensi.
Selain intervensi psikologis berbasis iptek, tim UNP juga menyalurkan bantuan logistik, kebutuhan pokok, serta melakukan edukasi kesiapsiagaan bencana.
Pewarta: Tri Meilani AmeliyaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026