Depok (ANTARA) - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) memperkenalkan program “Karpet Merah” untuk rujukan layanan saraf dan bedah saraf guna mendapat layanan utama penanganan.
Program ini menghadirkan alur pelayanan yang cepat, terkoordinasi, dan menjadi prioritas bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera, tepat, dan komprehensif oleh tim multidisiplin berpengalaman.
Program “Karpet Merah” merupakan bagian dari pelayanan unggulan RSUI BRACE (Brain & Nerve Center of Excellence), salah satu Center of Excellence RSUI yang didukung oleh tenaga kesehatan profesional, fasilitas modern, serta teknologi terkini untuk penanganan berbagai kondisi neurologis untuk kasus Tumor dan Stroke.
Dalam kesempatan ini, RSUI juga menyelenggarakan Seminar Brain Health Week 2025 bertema “Kenali, Cegah, dan Tangani Gangguan Saraf Sejak Dini”.
Baca juga: RSUI berperan menyiapkan generasi dokter masa depan
Kegiatan ini menghadirkan Tim Dokter Spesialis Saraf dan Bedah Saraf RSUI sebagai narasumber untuk membahas penanganan komprehensif berbagai gangguan saraf, mulai dari tumor otak, penyakit autoimun saraf, epilepsi, stroke, hingga aneurisma otak.
Narasumber yang hadir meliputi Dr. dr. Tiara Aninditha, Sp.N(K); Dr. dr. Riwanti Estiasari, Sp.N(K); dr. David Tandian, Sp.BS(K); dr. Kevin Gunawan, Sp.BS; dr. Adrian Ridski Harsono, Sp.N; dr. Dinda Diafiri, Sp.N(K); dr. David Pangeran, Sp.N; dan dr. Alphadenti Harlyjoy, Sp.BS.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga medis, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta perwakilan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan organisasi profesi, dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan para tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antar stakeholder dalam pelayanan dan penanganan gangguan saraf.
Melalui kegiatan edukatif seperti Brain Health Week 2025, RSUI terus berupaya memperkuat peran sebagai rumah sakit Pendidikan yang senantiasa memberikan pelayanan unggul, menjadi pusat pembelajaran dan inovasi di bidang kesehatan otak dan saraf.
Baca juga: RSUI dan Etana kolaborasi penelitian klinis terapi diabetes melitus tipe 2
Baca juga: RSUI resmikan layanan RIRS prosedur penanganan batu ginjal tanpa bedah terbuka
Dokter Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dokter Kevin Gunawan menjelaskan, layanan fast-track sangat diperlukan untuk pasien stroke karena memerlukan penangnan yang cepat.
"Pasien stroke memiliki golden periode yang harus segera ditangani secara langsung," katanya.
Tapi kalau dibilang 100 persen sembuh, ya tentu tidak, tapi persentasenya akan lebih baik kalau lebih cepat (penanganannya).
Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RSUI, dokter Natasya Claresta Viano menjelaskan, pasien stroke dan tumor dapat langsung ditangani melalui jalur cepat (fast-track).
Layanan Karpet Merah RSUI tersebut berlaku untuk pasien stroke dan tumor yang datang melalui IGD atau rujukan.
Selain itu, layanan jalur cepat ini juga berlaku saat pemeriksaan penunjang hingga jika diperlukan operasi.
RSUI beri layanan prioritas rujukan penyakit syaraf
Minggu, 16 November 2025 20:05 WIB
Seminar Brain Health Week 2025 bertema “Kenali, Cegah, dan Tangani Gangguan Saraf Sejak Dini”. yang digelar usai mengenalkan program “Karpet Merah” layanan RSUI untuk rujukan layanan saraf dan bedah saraf . ANTARA/Feru Lantara
